Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengenal Robert Oppenheimer Si Jenius Penemu Bom Atom

📅 Minggu, 30 Jul 2023, 10:56 WIB | Oleh: Tim Penulis

Dia terbukti lebih dari sekadar administrator dengan terlibat dalam tim interdisipliner di seluruh tahap teoretis dan eksperimental pengembangan senjata.

Uji coba nuklir

Pada tanggal 16 Juli 1945, uji coba nuklir dengan nama sandi Trinity berlangsung.

Bom atom pertama berhasil diledakkan pada pukul 5:29 pagi di gurun Jornada del Muerto. Seperti yang diceritakan oleh asisten utamanya, Thomas Farrell:

Muncullah semburan cahaya yang luar biasa, diikuti dengan suara gemuruh ledakan yang dahsyat.

Oppenheimer kemudian mengingat bahwa "beberapa orang tertawa, beberapa orang menangis, sebagian besar orang terdiam". Yang dia tahu pasti adalah bahwa dunia tidak akan sama lagi.

Sudah terlambat bagi bom atom untuk digunakan melawan Jerman dalam perang - Nazi telah menyerah pada tanggal 8 Mei. Sebagai gantinya, Presiden Amerika Serikat Harry Truman memutuskan untuk menggunakan bom tersebut untuk melawan sekutu Jerman, Jepang.

Tak lama setelah bom atom dijatuhkan di kota Hiroshima dan Nagasaki, Jepang pada Agustus 1945, Oppenheimer berhadapan dengan menteri perang Amerika Serikat, Henry Stimson, menuntut agar senjata nuklir dilarang.

Demikian pula, ketika berbicara dengan Truman, Oppenheimer berbicara tentang perasaannya akan nyawa yang hilang oleh tangannya. Truman menolak ledakan emosi Oppenheimer. Tanggung jawab atas penggunaan bom atom, bagaimanapun juga, berada di tangan panglima tertinggi (dirinya sendiri).

Sanggahan Truman tidak menghalangi Oppenheimer untuk mengadvokasi pembentukan kontrol pada persaingan senjata nuklir.

Kontrol senjata

Pada tahun-tahun pascaperang, Oppenheimer menetap di Princeton, New Jersey, di Institute for Advanced Study. Dia banyak membaca. Dia mengoleksi karya seni dan furnitur. Dia belajar bahasa. Posisinya yang bergaji tinggi memungkinkannya untuk mengejar pemahaman yang lebih dalam tentang kemanusiaan melalui pemeriksaan kitab-kitab kuno. Ia memperjuangkan kesatuan tujuan antara ilmu pengetahuan dan humaniora.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Olahraga
Pelatih Timnas Indonesia Jo...

Defisit Migas Tekan Neraca Perdagangan

36 menit yang lalu | Lukman

Nasional
Defisit Migas Tekan Neraca ...
Nasional
RUU Perampasan Aset Jangan ...
Luar Negeri
Inggris Hadapi Ancaman Rese...
Nasional
RI Butuh Lebih Banyak Wirau...

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

Kalah Telak di Piala AFF: Timnas Indonesia Dibungkam Vietnam 0-3

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.