Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengenal Robert Oppenheimer Si Jenius Penemu Bom Atom

📅 Minggu, 30 Jul 2023, 10:56 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mengenal Robert Oppenheimer Si Jenius Penemu Bom Atom Doc: The Conversation/Wikipedia
Ket. Robert Oppenheimer dan rokok khasnya.

Darius von Guttner Sporzynski, Australian Catholic University

Robert Oppenheimer sering disejajarkan dengan Albert Einstein sebagai fisikawan paling terkenal di abad ke-20.

Dia akan selamanya menjadi "bapak bom atom" setelah senjata nuklir pertama berhasil diuji coba pada tanggal 16 Juli 1945 di gurun Meksiko. Peristiwa itu mengingatkannya pada kata-kata dari kitab suci Hindu: "Sekarang aku telah menjadi Maut, penghancur dunia".

Siapakah Robert Oppenheimer?

Lahir pada 1904 di sebuah keluarga kaya asal New York, Oppenheimer lulus dari Harvard jurusan kimia pada 1925.

Dua tahun kemudian, ia menyelesaikan gelar PhD dalam bidang fisika di salah satu institusi terkemuka untuk fisika teoretis, University of Göttingen, Jerman. Saat itu ia berusia 23 tahun dan sangat antusias hingga mengasingkan diri dari orang lain.

Sepanjang hidupnya, Oppenheimer akan dinilai sebagai sosok yang suka menyendiri atau seseorang narsisis yang gelisah. Apa pun kontradiksinya sebagai individu, keeksentrikannya tidak membatasi pencapaian ilmiahnya.

Sebelum pecahnya perang dunia kedua, Oppenheimer bekerja di Universitas California, Berkeley, dan Institut Teknologi California. Penelitiannya terkonsentrasi pada astronomi teoretis, fisika nuklir, dan teori medan kuantum.

Meskipun ia mengaku tidak tertarik dengan politik, Oppenheimer secara terbuka mendukung ide-ide progresif secara sosial. Dia prihatin dengan munculnya antisemitisme dan fasisme. Pasangannya, Kitty Puening, adalah seorang radikal kiri dan lingkaran sosial mereka termasuk anggota dan aktivis Partai Komunis. Kelak, pergaulan ini akan menandai dia sebagai simpatisan komunis.

Sebagai seorang peneliti, Oppenheimer menerbitkan dan mengawasi generasi baru mahasiswa doktoral. Salah satunya adalah Willis Lamb, yang pada 1955 dianugerahi Hadiah Nobel dalam bidang fisika. Hadiah Nobel gagal diraih Oppenheimer sebanyak tiga kali.

Perang dunia kedua

Dua tahun setelah Jerman dan Soviet Rusia menyerang Polandia, Amerika Serikat memasuki Perang Dunia II. Oppenheimer direkrut untuk mengerjakan Proyek Manhattan yang terkenal itu. Gagasannya tentang reaksi berantai dalam bom atom mendapatkan pengakuan di kalangan komunitas pertahanan Amerika Serikat. Dia memulai pekerjaannya dengan mengumpulkan tim ahli. Beberapa di antaranya adalah murid-muridnya.

Pada 1943, terlepas dari pandangan politiknya yang beraliran kiri, dia tidak memiliki karier yang terkenal dan tidak memiliki pengalaman dalam mengelola proyek-proyek yang kompleks, Oppenheimer ditunjuk sebagai direktur Laboratorium Nasional Los Alamos di New Mexico. Dia sangat antusias. Dia tampaknya memiliki "cadangan kekuatan yang tidak terikat", kenang fisikawan Isidor Isaac Rabi. Tugasnya adalah mengembangkan senjata atom.

Laboratorium Los Alamos berkembang pesat seiring dengan meningkatnya kompleksitas proyek, dengan jumlah personel melebihi 6.000 orang. Kemampuannya untuk menguasai tenaga kerja berskala besar dan menyalurkan energi mereka untuk kebutuhan proyek membuatnya dihormati.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

31 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.