Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Fenomena Gerhana Bulan Darah, Simak Mitosnya dari Seluruh Dunia

📅 Selasa, 25 Jul 2023, 13:28 WIB | Oleh: Tim Penulis

Sejarah yang menyesatkan

Kembali lagi ke tentang darah, agama Kristen kerap menyamakan gerhana bulan dengan kemurkaan Tuhan, dan sering mengaitkannya dengan penyaliban Yesus. Perlu dicatat bahwa Paskah dirayakan pada hari Minggu pertama setelah bulan purnama pertama di musim semi, sehingga gerhana tidak akan pernah terjadi pada hari Minggu Paskah, yang berpotensi menjadi tanda Hari Kiamat.

Memang, istilah "bulan darah" baru mulai populer pada tahun 2013 setelah peluncuran buku Four Blood Moons oleh pendeta Kristen John Hagee. Dia mempromosikan kepercayaan apokaliptik yang dikenal sebagai "ramalan bulan darah" yang menyoroti urutan bulan dari empat gerhana total yang terjadi pada tahun 2014/15. Hagee mencatat bahwa keempatnya terjadi pada hari raya Yahudi, yang hanya terjadi tiga kali sebelumnya - yang masing-masing ditandai dengan peristiwa buruk.

Ramalan ini dibantah oleh Mike Moore (Sekretaris Jenderal Christian Witness to Israel) pada tahun 2014, tetapi istilah ini masih sering digunakan oleh media dan telah menjadi sinonim yang mengkhawatirkan untuk merujuk pada gerhana bulan. Masih adanya sejumlah takhayul sangat tidak membantu para komunikator sains yang mencoba mengingatkan semua orang bahwa apa yang disebut "bulan darah" bukanlah sesuatu yang perlu ditakuti. Ini mungkin mengesankan, dan mungkin menjadi yang terlama selama satu abad, tetapi ini hanyalah sebuah gerhana.

Jadi, dengan menggunakan istilah "bulan darah", kita menggabungkan takhayul dengan ilmu pengetahuan, seperti halnya cerita rakyat Hindu Rahu yang memberikan deskripsi legendaris tentang mekanika orbit bulan. "Bulan darah" menarik minat pada langit dan gerhana bulan, tetapi daripada menunggu malapetaka dan kehancuran, lebih baik kita melihatnya sesuai dengan interpretasi Islam - sebagai ilustrasi monumental tentang gerakan tata surya kita yang menarik dan nyata.

Jadi saran saya adalah: saksikanlah gerhana bulan seperti bagaimana langit terbentang di atas kita. Beri nama sendiri, beri makna sendiri, dan nikmati bersama teman dan keluarga. Dan saya rasa akan ditemukan bahwa istilah blood moon tidak bisa menggambarkan keajaiban dari apa yang kita saksikan.

Rahma Sekar Andini dari Universitas Negeri Malang menerjemahkan artikel ini dari bahasa InggrisThe Conversation

Daniel Brown, Lecturer in Astronomy, Nottingham Trent University

Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Ekonomi
Tekan Kenaikan Harga, Pemka...
Daerah
ASN di Kepulauan Riau Bisa ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.