Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Warga Harus Berhati-hati, Guguran Lava Gunung Karangetang Masih Terjadi

📅 Senin, 24 Jul 2023, 23:19 WIB | Oleh: Tim Penulis
Warga Harus Berhati-hati, Guguran Lava Gunung Karangetang Masih Terjadi Doc: ANTARA/HO
Ket. Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) menyebutkan guguran lava Gunung Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara masih terjadi, Senin.

Manado - Warga harus berhati-hati, Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) menyebutkan guguran lava Gunung Karangetang di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara masih terjadi pada Senin.

"Guguran lava meluncur ke sejumlah kali atau sungai dengan jaran luncuran bervariasi," kata Ketua Pos PGA Karangetang, Yudia P Tatipang di Manado.

Dia menyebutkan, dalam laporan pengamatan pukul 12.00-18.00 WITA, guguran lava mengarah ke Kali Kahetang sekitar 1.750 meter, ke arah Kali Batuawang dan Batang sekitar 1.000 meter.

Selanjutnya, guguran lava juga mengarah ke Kali Timbelang sekitar 800 meter, ke arah Kali Beha Barat sekitar 1.500 meter.

Gempa guguran terekam sebanyak 41 kali dengan amplitudo antara tiga hingga 25 milimeter dengan durasi 49-133.

Selanjutnya, terekam satu kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 35 milimeter, S-P: 1,5 detik selama 18 detik, serta satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 35 milimeter, S-P: 21 detik selama 91 detik.

"Tremor menerus (microtremor) terekam dengan amplitudo antara 0,5 hingga tiga milimeter, dominan satu milimeter," katanya.

Hingga saat ini, kata dia, tingkat aktivitas Gunung Karangetang berada pada level III siaga.

Dia berharap, masyarakat dan pengunjung, dan wisatawan tidak mendekati, tidak melakukan pendakian dan tidak beraktivitas di dalam zona prakiraan bahaya yaitu radius 2,5 kilometer dari puncak kawah dua (kawah utara) dan kawah utama (selatan) serta area perluasan sektoral ke arah barat daya dan tenggara sejauh 3,5 kilometer.

Masyarakat juga diharapkan mewaspadai guguran lava dan awan panas guguran yang dapat terjadi sewaktu-waktu dari penumpukan material lava sebelumnya karena kondisinya belum stabil dan mudah runtuh, terutama ke sektor selatan, tenggara, barat dan barat daya.

Sementara masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai-sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang agar meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang yang dapat mengalir hingga ke pantai.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Olahraga
Asian Games: Tim Voli Putra...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.