Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Mengagetkan, AS Sebut Ada Unsur Ancaman Dalam Pemilu Kamboja

📅 Senin, 24 Jul 2023, 22:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mengagetkan, AS Sebut Ada Unsur Ancaman Dalam Pemilu Kamboja Doc: ANTARA/Dokumentasi Pribadi
Ket. Foto arsip - Sekretaris DPC PDI Perjuangan Jakarta Utara Brando Susanto mewakili PDI Perjuangan untuk ikut serta dalam misi pemantau pemilu International Conference on Asian Political Parties (ICAAP) di Kamboja, Minggu (23/7/2023).

Jakarta - Mengagetkan, Amerika Serikat pada Minggu (23/7) menilai pemilihan umum di Kamboja tidak berlangsung sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi karena ada ancaman terhadap partai oposisi untuk berpartisipasi dalam pemilu tersebut.

Partai berkuasa pimpinan Perdana Menteri Kamboja Hun Sen, Partai Rakyat Kamboja (CPP), memenangi mayoritas kursi dalam pemilu yang digelar Minggu tanpa ada pesaing setelah partai oposisi utama dilarang ambil bagian dalam pemilu itu.

Saingan berat CPP, Partai Cahaya Lilin, pada Mei lalu dinyatakan tidak boleh mengikuti pemilu oleh Komisi Pemilu Nasional karena dinilai cacat administrasi.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Matthew Miller menyatakan negerinyamerasa "terganggu karena pemilu nasional di Kamboja tidak bebas dan tidak adil."

Dalam pernyataan yang dirilis Departemen Luar Negeri AS pada Senin, Miller menyebutkan bahwa menjelang pemilu, pihak berwenang Kamboja terlibat dalam pola ancaman dan pelecehan terhadap oposisi, media massa, dan masyarakat sipil.

"Tindakan ini meniadakan suara dan pilihan rakyat Kamboja dalam menentukan masa depan negaranya," ujar dia.

Untuk itu, AS telah mengambil langkah-langkah dengan memberlakukan pembatasan visa terhadap individu-individu yang mencederai demokrasi dan juga akan menghentikan bantuan luar negeri dalam program-program tertentu.

Ini bukan pertama kalinya partai oposisi dilarang mengikuti pemilu Kamboja.

Pada 2018, Mahkamah Agung membubarkan partai oposisi Partai Penyelamatan Nasional Kamboja (CNRP) menjelang pemilu. Saat itu, CPP berhasil memenangi semua dari 125 kursi majelis nasional.

Hun Sen menjabat perdana menteri Kamboja sejak 38 tahun lalu.

Ketika diwawancarai oleh stasiun televisi Hong Kong, Phoenix TV, pada Kamis (20/7), Hun Sen menyatakan bahwa setelah pemilu, dalam tiga hingga empat pekan ke depan, akan menyerahkan kekuasaan kepada putranya, Hun Manet (45).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.