Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Indonesia Minta Prancis Sepakati Traktat Bebas Senjata Nuklir ASEAN

📅 Sabtu, 22 Jul 2023, 08:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
Indonesia Minta Prancis Sepakati Traktat Bebas Senjata Nuklir ASEAN Doc: ANTARA/Nyoman Budhiana
Ket. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi (kanan) berbincang dengan Menteri Luar Negeri Prancis Catherine Colonna setibanya di tempat Pertemuan Menteri Luar Negeri (FMM) G20 di Nusa Dua, Bali, Jumat (8/7/2022).

JAKARTA - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi meminta Prancis untuk menyepakati protokol Traktat Kawasan Bebas Senjata Nuklir Asia Tenggara (SEANWFZ) sebagai upaya menjaga perdamaian dan stabilitas di Indo-Pasifik.

Ajakan tersebut disampaikan Retno saat melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Prancis Catherine Colonna di Paris, Jumat.

Prancis adalah salah satu negara pemilik senjata nuklir yang ditargetkan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) untuk menandatangani protokol Traktat SEANWFZ, selain China, Rusia, Inggris dan Amerika Serikat.

Para Menteri Luar Negeri ASEAN dalam pertemuan regional di Jakarta pekan lalu juga telah meminta kelima negara pemilik senjata nuklir itu untuk mengaksesi protokol tersebut.

Para menlu yang hadir dalam pertemuan ASEAN itu adalah Menlu AS Anthony Blinken, Menlu Rusia Sergey Lavrov, Menlu Inggris James Cleverly, sedangkan China diwakili oleh diplomat yang juga Direktur Kantor Sentral Urusan Luar Negeri Tiongkok Wang Yi.

Pada pertemuannya dengan Colonna, Retno juga menegaskan bahwa minilateralisme di kawasan harus mendukung perdamaian, stabilitas dan kemakmuran di Indo-Pasifik.

Pada tahun ini, Prancis telah membuat kesepakatan minilateral dengan Uni Emirat Arab dan India.

Sebelumnya, sejumlah kerja sama minilateral yang telah terbentuk di kawasan adalah Quadrilateral atau Quad yang mencakup India, AS, Jepang, dan Australia. Kemudian ada juga BRICS yang terdiri dari Brazil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan.

"Saya juga menekankan suara Global South harus lebih didengar. Saya menyampaikan bahwa Indonesia dan Prancis dapat jadi jembatan antara Global North dan Global South," ujar Retno.

Global South merupakan istilah dalam politik global yang merujuk pada negara-negara berkembang di Asia, Amerika Latin, Afrika, dan Oseania. SementaraGlobal North mengacu kepada negara-negara maju di Amerika Utara, Eropa dan Asia Timur.

Kepada Colonna, Retno juga menyampaikan untuk menjaga kawasan Indo-Pasifik agar tidak menjadi ajang unjuk kekuatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.