Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hati-hati, Hujan Bisa Mempercepat Penyebaran Spora Antraks

📅 Jumat, 21 Jul 2023, 08:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hati-hati, Hujan Bisa Mempercepat Penyebaran Spora Antraks Doc: ANTARA/M Risyal Hidayat
Ket. Ilustrasi - Petugas kesehatan memeriksa sapi untuk kurban di kandang di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) PD Dharma Jaya, Cakung, Jakarta, Jumat (8/7/2022).

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan hujan bisa mempercepat penyebaran penyakit antraks akibat spora yang hanyut terbawa arus air hujan dan mencemari lingkungan."Di lokasi penyembelihan hewan ternak yang belum dekontaminasi, lalu ada hujan yang membuat spora mengalir ke tempat lain," kata Peneliti Ahli Muda dari Pusat Riset Veteriner BRIN, Rahmat Setya Adji dalam sebuah diskusi di Gedung B.J. Habibie, Kompleks BRIN, Jakarta Pusat, Kamis (20/7).

Rahmat menuturkan pernah ada kasus antraks yang menyebar luas di Gorontalo karena warga setempat menyembelih hewan ternak terinfeksi antraks di sawah.

Darah hewan ternak itu mengalir ke sungai, lalu penyakit antraks menyebar ke 11 kecamatan di wilayah tersebut.

"Dari satu kecamatan menyebar ke 11 kecamatan karena bakteri antraks mengalir ke sungai, kemudian spora menempel di rumput pinggir sungai, lalu diambil peternak dan diberikan kepada hewan ternak," ujarnya.

Antraks adalah penyakit bakterial pada hewan domestik maupun liar, terutama hewan herbivora. Penyakit itu disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis yang bisa menghasilkan spora bila terekspos oksigen.

Hewan herbivora berisiko sebagai pengantar antraks kepada manusia. Spora antraks tahan terhadap lingkungan ekstrem, keasaman ekstrem, panas ekstrem, dan bisa bertahan hidup antara 150 sampai 200 tahun.

Cara mengatasi antraks adalah dengan melakukan vaksinasi pada hewan ternak. Bila penyakit itu sudah menginfeksi manusia, maka diobati dengan mengonsumsi antibiotik yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh.

Rahmat menyarankan agar merebus daging dengan air mendidih selama 30 menit, karena bakteri antraks rapuh terhadap pemanasan basah. Sedangkan, pemanasan kering yang dibuat sate membutuhkan panas hingga 120 derajat selama satu jam.

Saat ini, pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian menerapkan kegiatan vaksinasi hinggasurveilanspada hewan ternak sebagai strategi pengendalian penyakit antraks di Indonesia.

Langkah pencegahan dan pengendalian dilakukan pada sumbernya melalui vaksinasi hewan di area endemi, kontrol lalu lintas hewan ternak dari daerah endemi ke daerah bebas, hingga tindakan disposal pada hewan ternak yang terinfeksi bakteri antraks.*

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.