Para Politisi Jangan Membuat Gaduh
📅 Senin, 17 Jul 2023, 00:04 WIB | Oleh: Eko S
Doc: ISTIMEWA
DENPASAR - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia berharap para politisi dan tokoh politik di Tanah Air ikut menciptakan kondisi politik yang kondusif dan tidak membuat gaduh agar ekonomi bisa tetap tumbuh positif menjelang Pemilu 2024.
"Tokoh-tokoh politik supaya mampu menciptakan kondisi politik yang kondusif dan tidak gaduh. Itu juga akan membuat ekonomi kita tumbuh positif," kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Pengembangan Otonomi Daerah, Sarman Simanjorang, di Denpasar, Bali, Sabtu (15/7).
Seperti dikutip dari Antara, Sarman mengatakan ketika kondisi politik kondusif maka investor tidak ragu untuk masuk ke Indonesia dan pengusaha juga bisa merasa yakin.
"Tetapi kalau misalnya gaduh (kondisi politik) ini akan membuat pengusaha-pengusaha psikologinya terganggu dan investor juga akan ragu masuk," ucapnya di sela-sela menghadiri Rapimprov Kadin Bali.
Oleh karena itu, lanjut dia, menjadi tantangan dan tugas bersama agar proses politik di tahun politik ini bisa berjalan dengan damai, tertib dan baik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ketua MPR Bambang Soesatyo sebelumnya mengingatkan publik agar tidak fanatik saat mendukung pasangan calon presiden dan calon wakil presiden, calon anggota legislatif, dan calon kepala daerah saat Pemilu 2024.
Menurut dia, Pemilu 2024 seharusnya menjadi ajang yang mempersatukan seluruh kelompok masyarakat, bukan memecah-belah.
"Mari dukung caleg (calon legislatif), capres (calon presiden), cagub (calon gubernur), cabup (calon bupati)/cawalkot (calon wali kota) kita dengan sewajarnya. Tidak perlu fanatik dan berlebihan apalagi sampai mengorbankan ikatan kekeluargaan, menyebabkan perceraian, hingga membelah ikatan soliditas kebangsaan kebangsaan," kata Bambang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menjaga Persatuan
Dia menjelaskan menjaga persatuan dapat dilakukan melalui ruang-ruang digital, termasuk di dalamnya media sosial. "Jaga ruang digital kita dari polusi politisasi yang dapat menyebabkan rusaknya persaudaraan antarsesama anak bangsa," kata Bambang Soesatyo yang juga populer dengan sapaan Bamsoet.
Ketua MPR menyampaikan menjaga ruang digital perlu seiring dengan upaya meningkatkan keberadaban dan literasi digital. Sikap beradab dan literasi yang tinggi, menurut Bamsoet, dapat mencegah adanya kampanye-kampanye negatif (black campaign) terhadap para calon pemimpin yang maju saat Pemilu 2024.
Terkait upaya mencegah kegaduhan ini sebelumnya Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Akmal Malik mengingatkan para aparatur sipil negara (ASN) untuk menjaga netralitas menjelang Pemilu 2024.
Akmal mengatakan netralitas para ASN jelang kontestasi Pemilu 2024 harus benar-benar dijaga. "Saat ini tahun politik telah dimulai, diminta betul-betul menjadi ASN yang netral," katanya.
Akmal menjelaskan, ada dua hal yang menjadi perhatian terkait netralitas para ASN memasuki tahun politik 2024. Dua hal tersebut adalah pentingnya ASN untuk tidak menyalahgunakan kewenangan serta tidak menyalahgunakan fasilitas negara untuk kepentingan kontestasi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!