Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

NFA Gandeng BRIN dan Telkom University Kembangkan 'Machine Learning' Perhitungan Harga Pangan

📅 Senin, 17 Jul 2023, 00:02 WIB | Oleh: Tim Penulis
NFA Gandeng BRIN dan Telkom University Kembangkan 'Machine Learning' Perhitungan Harga Pangan Doc: ANTARA/HO-NFA
Ket. Kepala Badan Pangan Nasional/NFA Arief Prasetyo Adi saat menyaksikan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Perhitungan Perkiraan Harga Pangan Menggunakan Machine Learning dan Perumusan Rekomendasi Kebijakan Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Kampus Telkom University, Bandung, Jabar, Jumat (14/7/2023).

Jakarta - Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Telkom University untuk mengembangkan sistem perhitungan perkiraan harga pangan berbasismachine learning.

"Pengembanganmachine learningini akan sangat membantu pengambilan kebijakan dan keputusan secara cepat dan akurat, sehingga berbagai langkah aksi stabilisasi pasokan dan harga pangan dapat dilakukan lebih efisien dan efektif. Hal ini diharapkan semakin memperkuat tata kelola pangan nasional," kata Kepala NFA Arief Prasetyo Adi dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Secara lebih rinci, kerja sama tersebut akan meliputi penyediaan data dan informasi, riset perhitungan perkiraan harga pangan pokok, pemanfaatanmachine learninguntuk perhitungan prediksi harga pangan pokok, serta pendampingan sumber daya manusia dalam pemanfaatanmachine learning.

"Selain itu, kita juga lakukan pembahasan penyusunan rekomendasi kebijakan serta berbagai edukasi seperti penyelenggaraan seminar, temu teknis, pelatihan, atau FGD, dan penyusunan karya tulis dalam rangka memperkuatknowledgemanagement," ucapnya.

Arief menyampaikan NFA saat ini telah memiliki sistem aplikasi Panel Harga Pangan yang memuat informasi harga komoditas pangan strategis baik di tingkat produsen maupun konsumen. Data mencakup informasi harga harian di 512 kabupaten/kota dan seluruh provinsi, serta telah terspesifikasi untuk tingkat pedagang eceran, grosir, serta produsen.

"Dengan kerja sama ini kita lakukan pengembangan ke level berikutnya yaitu prediksi harga pangan dan perumusan kebijakan," tuturnya.

Sementara itu, Wakil Rektor IV Bidang Riset, Inovasi, dan Kerja Sama Telkom University Rina Pudji Astuti mengatakanTelkom University siap mendukung penguatan sistem tata kelola pangan dalam rangka memperkuat ketahanan pangan nasional.

Ia berharap kerja sama ini dapat ditingkatkan dan diperluas untuk pengembangan sistem pendukung berbasis teknologi informasi lainnya.

Sedangkan, Kepala Pusat Riset Agroindustri BRIN Mulyana Hadipernata mengatakan bahwa beberapa kajian telah dilakukan, tapi masih perlu divalidasi karena kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman yang ditandatangani ketiga pihak pada awal Juli.

"Terus lakukan penyempurnaan-penyempurnaan agar lebih tepat lagi penentuan harga dan perluasan panen," jelasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.