Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Berkuasanya Belanda di Ceylon

📅 Senin, 17 Jul 2023, 06:10 WIB | Oleh:
Berkuasanya Belanda di Ceylon Doc: Istimewa

Belanda pernah berkuasa di Sri Lanka antara 1656 - 1796. Awalnya mereka diundang oleh raja Sinhala untuk membantu mengalahkan Portugis, yang membangun banyak pos-pos di negara pulau itu.

Pemerintah Belanda memutuskan untuk mengembalikan 478 artefak seni yang sangat berharga dan penting secara budaya. Barang-barang tersebut dijarah selama era penjajahan kepada Sri Lanka termasuk juga kepada Indonesia.

Sebagian besar artefak tersebut merupakan karya-karya yang sangat berharga dan memiliki nilai budaya yang tinggi, demikian ungkap Kementerian Kebudayaan Belanda pada hari Kamis (6/7) di Den Haag. Bagi Belanda hal ini merupakan momen bersejarah. "Tidak seharusnya pernah berada di Belanda," kata Menteri Kebudayaan Belanda, Gunay Uslu.

Selain menjajah Indonesia, Belanda diketahui pernah menjajah Sri Lanka, meski akhirnya harus hengkang. Ceylon Belanda (Nederlands Ceylon) demikian disebut adalah sebuah gubernuran yang didirikan di Sri Lanka saat ini oleh Perusahaan Hindia Timur Belanda (Vereenigde Oostindische Compagnie/VOC). Periode kekuasaan Ceylon Belanda berlangsung antara 1640 hingga 1796.

Sejarah masuknya Belanda di Sri Lanka dimulai pada awal abad ke-17, wilayah Sri Lanka sebagian diperintah oleh Portugis dan sebagian lagi oleh Kerajaan Sinhala. Kedua kubu terus-menerus berperang satu sama lain. Meskipun Portugis tidak memenangkan perang, namun pemerintahan cukup menyengsarakan rakyat di daerah yang dikuasai.

Ketika Belanda terlibat dalam perang kemerdekaan yang panjang dari pemerintahan Spanyol, raja Sinhala, Kandy, mengundang Belanda untuk membantu mengalahkan Portugis. Kepentingan Belanda di Ceylon adalah memiliki front pertempuran bersatu melawan bangsa dari Semenanjung Iberia pada waktu itu.

Kekuasaan Portugis di Sri Lanka berada di provinsi-provinsi maritim. Masyarakat di sini diubah menjadi tulang punggung kekuatan.

Belanda dimanfaatkan oleh raja Sinhala untuk membalas dendam kepada Portugis yang ingin memperluas kekuasaannya. Kedatangan Belanda memastikan bahwa Portugis memiliki dua musuh yang harus dihadapi. Menghadapi kekuatan yang maha besar Portugis akhirnya terpaksa menandatangani perjanjian dengan Belanda dan berdamai dengan ekonomi terbuka mereka. Tidak lama kemudian Portugis meninggalkan Ceylon.

Ketika itu di negaranya, Portugis juga sedang melawan kekuatan Raja Spanyol. Setelah Portugis memperoleh kebebasannya dari Spanyol, Belanda berdamai dengan Portugis. Kemudian mereka membagi wilayah pendudukan Ceylon secara damai di bawah perjanjian yang ditandatangani di Goa.

Perlahan-lahan, Belanda menjadi penguasa wilayah pesisir dan luar Ceylon. Pada saat yang sama juga perlahan-lahan menguasai Indonesia. Kekalahan yang dialami membuat Portugis hanya memiliki wilayah yang lebih kecil daripada wilayah Belanda dan Inggris yang sama-sama memperebutkan Ceylon saat itu.

Sejak Christopher Columbus menemukan Amerika, ada tantangan Iberia yang signifikan yang dihadapi sebagian besar dunia bagi Spanyol dan Portugis dalam menaklukkan Amerika dan banyak wilayah lain di seluruh dunia. Di timur, Portugis menguasai wilayah tidak hanya di Ceylon, tetapi di India dan Hindia Timur (Oost Indie) yang sekarang disebut Indonesia.

Persaingan

Dari 1580 hingga 1640, takhta Portugal dipegang oleh raja-raja Habsburg Spanyol yang menghasilkan kerajaan kolonial terbesar hingga saat itu. Pada 1583, Philip I dari Portugis dan Philip II dari Spanyol, mengirim armada gabungan Iberia untuk membersihkan pedagang pesaing Prancis dari Azores. Azores merupakan kepulauan di timur Semenanjung Iberia tepatnya berada di tengah Samudra Atlantik.

Sementara itu, Belanda memberontak secara terbuka melawan penguasa Habsburg dan mendeklarasikan diri mereka sebagai republik pada 1581. Sebelum 1580, para pedagang Belanda telah memperoleh produk kolonial sebagian besar dari Lisbon, tetapi Persatuan Iberia menghentikan pasokan ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

17 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.