Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Semoga Cepat Ditemukan Solusi, Blinken Akan Bahas Sanksi Lebih Tegas untuk Myanmar dengan Asean

📅 Minggu, 09 Jul 2023, 04:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Semoga Cepat Ditemukan Solusi, Blinken Akan Bahas Sanksi Lebih Tegas untuk Myanmar dengan Asean Doc: ANTARA/ Juwita Trisna Rahayu
Ket. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Anthony J Blinken dalam pidatonya di Universitas Indonesia yang dipantau secara daring melalui webinar the 9th US-Indonesia Investment Summit di Jakarta, Selasa (14/12).

Jakarta - Semoga cepat ditemukan solusi. Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken akan mengangkat beberapa isu dalam Pertemuan Menlu Asean di Jakarta pekan depan, salah satunya soal pemberian sanksi yang lebih tegas terhadap Myanmar.

Rencana tersebut disampaikan oleh Asisten Menlu AS untuk Urusan Asia Timur dan Pasifik Daniel Kritenbrink dalam konferensi pers via telepon di Washington, Kamis.

"Kami berharap mitra-mitra kami di Asean untuk tetap … terus mengecualikan perwakilan Myanmar di tingkat menteri Asean, dan kami juga berharap untuk menemukan cara untuk meningkatkan tekanan terhadap rezim (junta) untuk mengakhiri rezimnya," kata Kritenbrink.

"Dan Asean dan negara-negara anggotanya akan menjadi bagian penting dari upaya tersebut," kata dia menambahkan, dikutip dari transkrip resmi yang dirilis Deplu AS.

Washington pada bulan lalu menerapkan sanksi terhadap dua bank Myanmar yang digunakan oleh junta untuk mengkonversi mata uang asing. Langkah itu dilakukan guna mengurangi kemampuan militer untuk mengimpor senjata yang digunakan untuk menyerang orang-orang yang menentang kudeta.

Lebih lanjut, Kritenbrink mengatakan bahwa Blinken juga akan membahas isu Laut China Selatan dalam pertemuan di Jakarta.

Amerika Serikat, kata dia, akan bekerja sama dengan anggota Asean untuk melawan apa yang dia sebut sebagai "tren peningkatan tindakan China yang mengkhawatirkan, memaksa serta tidak bertanggung jawab di Laut China Selatan."

"Ini bukan soal membuat negara-negara setuju dengan pandangan AS. Ini adalah soal bekerja dengan mitra kami untuk memajukan pandangan dan visi bersama kami untuk kawasan ini, dan untuk menentang perilaku yang bertentangan dengan visi itu," katanya.

Blinken akan berada di Jakarta pada 13-14 Juli untuk berpartisipasi dalam Pertemuan Tingkat Menteri AS-Asean, Pertemuan Menteri Luar Negeri KTT Asia Timur, dan Forum Kawasan Asean (ARF).

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.