Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pertemuan Mega-SBY Bisa Ubah Peta Koalisi di Pilpres

📅 Sabtu, 08 Jul 2023, 00:03 WIB | Oleh:
Pertemuan Mega-SBY Bisa Ubah Peta Koalisi di Pilpres Doc: ISTIMEWA
Ket. KAMHAR LAKUMANI Deputi Bappilu Demokrat - Terkait rencana pertemuan Pak SBY dan Ibu Megawati, kita mengharapkan itu terjadi dan terus diikhtiarkan.

JAKARTA - Rencana pertemuan Presiden ke-5 dan ke-6 RI, Megawati Soekarnoputri dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), diharapkan bisa segera terwujud, bahkan bisa menghasilkan aliansi yang strategis dengan mengajak Partai Demokrat dalam satu barisan dengan PDI Perjuangan pada Pilpres 2024 mendatang untuk mengusung Ganjar Pranowo.

Deputi Bappilu Demokrat, Kamhar Lakumani, mengatakan pihaknya berharap rencana pertemuan SBY dan Megawati dapat diwujudkan. Apalagi, Ketua DPP PDI Perjuangan yang juga Ketua DPR RI, Puan Maharani, juga telah menunjukkan sinyal positif akan rencana silaturahmi kebangsaan tersebut.

"Terkait rencana pertemuan Pak SBY dan Ibu Megawati, kita mengharapkan itu terjadi dan terus diikhtiarkan. Sebelumnya, Mbak Puan juga telah memberikan sinyal positif terkait rencana silaturahmi kebangsaan ini. Kita tunggu saja," kata Kamhar.

Demokrat, katanya, terus berupaya menyusun pertemuan itu. "Benar bahwa pascapertemuan Mbak Puan dengan Mas Ketum AHY telah membawa hubungan Partai Demokrat dan PDIP pada next level.

Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, sebelumnya mengatakan hubungan kedua parpol saat ini tengah cair. Hubungan pun disebut terus berlanjut sampai saat ini usai pertemuan Puan dan AHY. "Terus dilanjutkan pertemuan. Artinya kita menjadi cair sekali," kata Hasto.

Hubungan Partai Demokrat dan PDI Perjuangan (PDIP) terus berlanjut usai pertemuan Ketua DPP PDIP Puan Maharani dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada beberapa waktu lalu.

Peta Koalisi

Pengamat politik dari Universitas Islam Indonesia (UIN) Yogyakarta, Gugun el Guyanie, yang diminta pendapatnya mengatakan jika pertemuan Mega dan SBY tidak bisa mengubah peta koalisi maka itu artinya pertemuannya tidak strategis, hanya simbolis pragmatis.

"Hampir 20 tahun, Mega dan SBY tidak ada komunikasi politik secara langsung. Walaupun sebenarnya untuk local electoral pemilihan kepala daerah, ada titik temu antara Demokrat dan PDIP dalam satu koalisi. Hal itu berarti tidak ada oposisi dan koalisi yang kaku," kata Gugun.

Pertemuan kedua tokoh juga sangat mungkin membuka peluang menjajaki koalisi baru dengan menggeser Demokrat dari koalisi pengusung Anis Baswedan.

"Kalau itu yang terjadi, maka pertemuannya bermakna strategis," paparnya.

Kalau ada koalisi yang bisa memberi bargaining position AHY, terutama cawapres, atau minimal menteri yang strategis maka peta koalisi bisa bergeser. Koalisi Demokrat itu masih bisa digoyang oleh badai politik yang dinamis," tutup Gugun.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Olahraga
Formula 1: Antonelli Harus ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.