Kurangi Sampah, Siklus Luncurkan Model Bisnis Tukar Wadah
📅 Jumat, 07 Jul 2023, 20:18 WIB | Oleh: Haryo Brono
Doc: istimewa
JAKARTA - Siklus (www.siklus.com), perusahaan lokal yang menitikberatkan isu lingkungan melalui solusi retail dane-commerceyang ramah lingkungan, telah meluncurkan model bisnis Tukar Wadah, yaitu penukaran wadah kemasan serta solusi daur ulang dan guna ulang. Model bisnis ini menghubungkan antara usaha grosir dansupplierlokal dengan konsumen melalui platform Siklus.
"Tim Siklus telah bekerja keras selama beberapa bulan terakhir untuk mengembangkan model bisnis Siklus menjadi 'One Stop Shop' untuk seluruh jenis kebutuhanretail. Hari ini, kami mengumumkan sekaligus memperkenalkan Tukar Wadah sebagai sebuah pencapaian besar dalam platformretailberkelanjutan kami," ujar Co-Founder Siklus, Laksamana Sakti (Alif), melalui siaran pers, Jumat (7/7).
Melalui model bisnis Tukar Wadah, Siklus mulai memasuki ekosistem UMKM grosir dansupplierdi Indonesia yang beranggotakan 3 juta pelaku usaha. Perusahaan ini menyediakan solusi ujung ke ujung (end-to-end) dengan keuntungan komersial dan keberlanjutan (sustainability) yang didapatkan ketika bergabung.
Dalam mewujudkan model bisnis Tukar Wadah, selain bekerja sama dengan merekfast-moving consumergoods (FMCG), juga bekerja sama dengan UMKM grosir dan supplier lokal. Usaha grosir dan supplier lokal yang bergabung dengan Tukar Wadah milik Siklus akan langsung merasakan manfaat komersial, sekaligus mampu mengemas dan menjual produk milik mereka dengan metode yang ramah lingkungan.
"Keuntungan lainnya antara lain, dapat diakses oleh konsumen aplikasi Siklus, mendapatkan dampak dari pemasaran dan promosi sosial media dan aplikasi Siklus, efisien secara biaya dengan penggunaan kemasan ramah lingkungan yang siap pakai dan sesuai standar, ditambah dengan bantuan dari Siklus untuk sertifikasi produk," terang Sakti.
Sebaiknya Anda baca juga:
Apabila pelaku usaha tertarik, Siklus kemudian akan menyambungkan UMKM dengan Tukar Wadah. Sistem ini menyediakan kemasan ramah lingkungan dan berkelanjutan, sistem penukaran wadah, dan kemampuan daur ulang dan guna ulang.
"Menjadi sebuah bentuk pencapaian bagi kami bahwa lebih dari setengah produk di platform Siklus berasal dari UMKM grosir dansupplierlokal, dimulai dari berbagai jenis bumbu, kopi, teh, makanan pokok seperti nasi dan pasta, dan lainnya," kata Product Manager di Siklus Rafiandra Farras Syfa (Rafi).
Ia menerangkan, Tukar Wadah juga memberi manfaat kepada konsumen mengingat begitu beragamnya pilihan produk ramah lingkungan pada platform Siklus. Saat ini ada lebih dari 300 produk Tukar Wadah, dan akan terus bertambah untuk menawarkan banyak pilihan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Siklus kata Rafi hadir sebagai solusi yang sesuai bagi produsen untuk mengimplementasikan kewajiban pemerintah dalam daur ulang. Pemerintah Indonesia telah menetapkan dua target untuk tahun 2025, yaitu mengurangi sampah plastik di laut hingga 70 persen dan mengurangi sumber sampah hingga 30 persen.
"Dengan adanya Peta Jalan Pengurangan Sampah ini produsen makanan, kosmetik dan produk konsumsi harus mengurangi sampah yang timbul akibat produksi produk mereka hingga 30 persen, spesifik melalui metode daur ulang dan guna ulang," kata dia.
Dengan adanya target dan peta jalan tersebut, saat ini produsen Indonesia aktif mencari solusi untuk mencapai persyaratan wajib tersebut dengan tenggat waktu di tahun 2029. Pada 2023, Siklus telah mengambil peran proaktif dengan bekerja sama dengan agensi yang relevan, regulator, dan organisasinon-profit.
Siklus mulai bekerja sama dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk menciptakan sebuah platform untuk berdiskusi dan meneliti praktik isi ulang ataurefill. Siklus mulai bekerja sama dengan Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP) dan Partnering for Green Growth and the Global Goals 2030 (P4G) untuk memulai grup Reuse Special Interest bersama dengan perusahaansustainable lainnya yang spesialis pada refill dan reuse di Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!