Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

FDA Beri Persetujuan Penuh Obat Alzheimer Baru

📅 Jumat, 07 Jul 2023, 15:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
FDA Beri Persetujuan Penuh Obat Alzheimer Baru Doc: Deccanherald
Ket. Ilustrasi penyakit Alzheimer.

WASHINGTON - Badan administrasi makanan dan obat AS (FDA) memberikan persetujuan penuh untuk obat baru Alzheimer pada Kamis (6/7).

Leqembi, yang dikembangkan oleh Eisai Jepang dan Biogen dari Amerika Serikat, dalam uji klinis ditunjukkan untuk mengurangi penurunan kognitif pada pasien di tahap awal penyakit.

Namun penelitian tersebut juga menimbulkan kekhawatiran tentang efek samping, termasuk pendarahan otak dan pembengkakan.

Leqembi awalnya diberikan "persetujuan yang dipercepat" oleh FDA pada Januari, yang berarti tidak ditanggung oleh program asuransi Medicare yang dijalankan pemerintah AS untuk orang berusia 65 tahun ke atas.

Keputusan yang dikeluarkan setelah studi lebih lanjut tentang obat tersebut bermakna, Medicare sekarang akan membiayai sebagian besar pengobatan ALzheimer, yang awalnya didaftarkan oleh perusahaan pembuatnya dengan harga 26.500 dolar AS setahun.

"Studi konfirmasi ini memverifikasi bahwa itu adalah pengobatan yang aman dan efektif untuk pasien dengan penyakit Alzheimer," kata pejabat senior FDA Teresa Buracchio dalam sebuah pernyataan.

Chiquita Brooks-LaSure, administrator agensi yang menjalankan Medicare, mengatakan, "Ini kabar gembira bagi jutaan orang di negara ini dan keluarga mereka yang terkena penyakit yang melemahkan ini."

Namun orang-orang yang ditanggung oleh Medicare masih perlu membayar sendiri sebesar 20 persen dari biaya, atau ribuan dolar.

Keputusan FDA tersebut menandai tonggak baru untuk pengobatan Alzheimer.

Sekitar 6,5 juta orang Amerika menderita Alzheimer, penyakit yang ditandai dengan gejala kehilangan ingatan dan penurunan ketajaman mental.

Leqembi, juga dikenal dengan nama lecanemab, adalah pengobatan antibodi yang disuntikkan ke otak setiap dua minggu dan bekerja dengan cara mengurangi amyloid beta, protein yang menumpuk menjadi plak dan menyebabkan sel otak mati, serta penyusutan otak.

Keputusan FDA tentu disambut baik oleh pasien Alzheimer.

"Perawatan ini, meskipun bukan obat, dapat memberikan lebih banyak waktu bagi penderita Alzheimer tahap awal untuk menjaga kemandirian mereka dan melakukan hal-hal yang mereka sukai," kata Dr Joanne Pike, Presiden dan Kepala Eksekutif Asosiasi Alzheimer.

"Pengobatan ini memberi pasien lebih banyak waktu untuk mengenali pasangan, anak, dan cucu mereka."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan bebas pulsa? Layanan WhatsApp ...
  • Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia
    Preview komentar:
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
    Apakah Bank Nagari ada layanan WhatsApp? Layanan WhatsApp call ...
  • 269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar
    Preview komentar:
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
    Berapa nomor layanan bebas pulsa Bank Nagari? Layanan WhatsApp ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

Kemenkes: 3 Juta Orang Terpapar Asap Karhutla

23 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.