Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Thailand Geram, Gajah Pemberiannya Diperlakukan Buruk di Sri Lanka

📅 Minggu, 02 Jul 2023, 15:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Thailand Geram, Gajah Pemberiannya Diperlakukan Buruk di Sri Lanka Doc: Facebook/Elephant Diary
Ket. Gajah Muthu Raja diterbangkan dari bandara Kolombo pada Minggu (2/7) pagi dengan penerbangan komersial untuk dipulangkan kembali ke Thailand. Gajah itu mendapat perlakuan buruk, dipekerjakan di penebangan di sebuah kuil di Sri Lanka.

KOLOMBO - Seekor gajah Thailand yang diberikan kepada Sri Lanka dua dekade lalu diterbangkan kembali ke negara kelahirannya pada Minggu (2/7) setelah ada dugaan perlakuan buruk terhadap hewan tersebut.

Thailand menghadiahkan gajah bernama Muthu Raja yang berusia 29 tahun, kepada Sri Lanka pada 2001. Namun kemudian menuntutnya kembali tahun lalu setelah mendengar gajah tersebut disiksa dan diabaikan di sebuah kuil Buddha di selatan Sri Lanka.

Mamalia seberat 4.000 kg itu terbang dari bandara Kolombo pada Minggu pagi dengan penerbangan komersial untuk dipulangkan kembali ke Thailand. Menurut pejabat Thailand, pemulangan tersebut menelan biaya 700.000 dolar AS.

Pesawat kargo Ilyushin IL-76 yang membawa Muthu Raja lepas landas sekitar pukul 7.40 waktu setempat, kata manajer bandara.

Setelah mendarat di Chiang Mai, gajah tersebut akan dikarantina di cagar alam terdekat.

Gajah itu diambil dari tempat sementara di kebun binatang Kolombo di sebuah kandang baja khusus seukuran kontainer sebelum fajar.

Empat pawang Thailand bersama penjaga asal Sri Lanka menemani gajah dalam penerbangan dan dua kamera CCTV memantau kesehatannya saat transit.

Kepala dokter hewan di Kebun Binatang Dehiwala, Madusha Perera, mengatakan kepada AFP, bahwa Muthu Raja kesakitan dan dipenuhi abses ketika diselamatkan dari tempat tinggal sebelumnya tahun lalu.

Kelompok kesejahteraan hewan mengatakan gajah itu dipaksa bekerja oleh pekerja penebangan. Luka-lukanya diabaikan, sebagian disebabkan oleh pawangnya.

Gajah itu akan menjalani hidroterapi untuk mengobati luka yang tersisa di kaki kiri depannya saat kembali ke Thailand, kata Perera.

Gajah dianggap suci di Sri Lanka dan dilindungi oleh hukum.

Organisasi Rally for Animal Rights and Environment (RARE), yang memimpin kampanye untuk menyelamatkan Muthu Raja dari kuil, menyatakan ketidaksenangannya atas kepergian hewan tersebut.

RARE menggelar pemberkatan Buddha untuk gajah pada Jumat menjelang kepergian Muthu Raja. Kelompok itu kini mengajukan petisi untuk mengadili mereka yang dianggap bertanggung jawab karena mengabaikan hewan tersebut.

Sebuah kelompok nasionalis menggelar demonstrasi di luar kedutaan Thailand di Kolombo pada Kamis menuntut hewan itu tetap berada di Sri Lanka selama enam bulan lagi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Pemerintah Perkuat SDM Mela...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.