Direktur CIA Diam-diam Menelepon Kremlin
📅 Minggu, 02 Jul 2023, 16:56 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Istimewa
WASHINGTON - Direktur Central Intelligence Agency (CIA), William Burns, dilaporkan secara diam-diam telah menelepon Kepala Sluzhba Vneshney Razvedki (SVR) atau Dinas Intelijen Asing Rusia, Sergei Naryshkin, setelah kelompok tentara bayaran Wagner, melancarkan pemberontakan. Itu adalah kontak tingkat tertinggi antara kedua kekuatan nuklir dunia itu sejak percobaan pemberontakan yang gagal tersebut.
Wall Street Journal melaporkan, panggilan telepon Burns adalah untuk meyakinkan Kremlin bahwa AS tidak memiliki peran dalam pemberontaka kelompok Wagner.
"Panggilan telepon Burns ke rekannya, terjadi setelah presiden Joe Biden mengatakan pada Senin bahwa pemberontakan singkat oleh tentara bayaran Rusia melawan Kremlin adalah bagian dari perjuangan dalam sistem Rusia dan bahwa Amerika Serikat dan sekutunya tidak terlibat di dalamnya," tulis WSJ, Sabtu (1/7).
Dampak pemberontakan
Secara terpisah, dalam pidato yang disampaikan di Ditchley Foundation di Oxfordshire, Inggris, Burns mengatakan bahwa dampak pemberontakan Wagner 'akan berlangsung untuk beberapa waktu'.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurutnya, pembangkangan kelompok yang telah berhasil menguasai medan berdarah di Ukraina, Bakhmut itu, sebagai "pengingat yang jelas akan efek korosif" dari rezim Putin.
"Sangat mengejutkan bahwa Prigozhin mendahului tindakannya dengan dakwaan pedas atas alasan palsu Kremlin untuk invasinya ke Ukraina, dan perilaku kepemimpinan militer Rusia dalam perang," kata Burns pada Sabtu.
"Dampak dari kata-kata itu dan tindakan itu akan muncul untuk beberapa waktu, pengingat yang jelas akan efek korosif perang Putin terhadap masyarakatnya sendiri dan rezimnya sendiri," tegasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pernyataan bos badan intelijen terkuat di dunia tersebut muncul seminggu setelah pasukan paramiliter Wagner melancarkan gerakan menuju Moskow sebagai protes atas dugaan rencana Menteri Pertahanan Sergei Shoigu yang melenyapkan dan memasukkan prajurit Wagner ke dalam militer Rusia.
Pasukan Wagner secara singkat menguasai kota Rostov-on-Don di Rusia selatan dan berhasil mencapai batas luar ibu kota sebelum membatalkan pemberontakan. Dalam kesepakatan yang dinegosiasikan dengan bantuan pemimpin Belarusia, Alexander Lukashenko, Kremlin mengatakan Prigozhin tidak akan dituntut atas tindakannya dan akan pindah ke Belarusia.
Pada bulan-bulan menjelang pemberontakan, Prigozhin, yang pernah menjadi orang kepercayaan Putin, telah meningkatkan kritik publiknya terhadap militer Rusia, menuduh kepemimpinan yanh tidak kompeten.
Burns menganggap pemberontakan Prigozhin sebagai "tantangan bersenjata terhadap negara Rusia".
Mengulangi pernyataan Presiden Biden bahwa AS dan sekutunya tidak berperan dalam pemberontakan, Burns mengatakan AS "tidak akan memiliki bagian" dalam apa yang dikatakannya sebagai urusan internal Rusia.
"Kegagalan strategis bagi Rusia,kelemahan militernya terungkap, sementara pasukan NATO tumbuh semakin besar dan kuat," kata Burns.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!