Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perkuat Keterbukaan, Tiongkok Menentang Upaya Politisasi Ekonomi

📅 Rabu, 28 Jun 2023, 00:11 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perkuat Keterbukaan, Tiongkok Menentang Upaya Politisasi Ekonomi Doc: ANTARA/Xinhua
Ket. Pemandangan pada salah satu pelabuhan logistik di Tiongkok. Moneter Internasional (IMF) menyebut Tiongkok akan terus menjadi kontributor utama bagi pembangunan ekonomi di kawasan Asia-Pasifik.

Tianjin - Perkuat keterbukaan. Perdana Menteri Tiongkok Li Qiang pada Selasa menyatakan bahwa Beijing dengan tegas menentang "politisasi" ekonomi dan perdagangan, dan berjanji akan meningkatkan keterbukaan.

Saat menyampaikan pidato dalam pertemuan Forum Ekonomi Dunia atau Summer Davos di Tianjin, Tiongkok, Li menekankan pentingnya keterbukaan dan kerja sama dalam ekonomi dunia.

Dia juga memperingatkan Barat yang berupaya untuk menghilangkan risiko atau mengurangi ketergantungan ekonomi pada Tiongkok. Li menyebut langkah Barat itu tidak berdasar.

"Pemerintah dan organisasi-organisasi terkait tidak seharusnya melampaui batas diri mereka sendiri, apalagi melampaui konsep risiko dan mengubahnya menjadi alat ideologis," kata Li.

Dia mendesak komunitas internasional bekerja sama "untuk menjaga industri global dan rantai pasokan tetap stabil, lancar dan aman" sehingga hasil globalisasi bisa turut dirasakan ke berbagai negara dan kelompok masyarakat dengan cara yang adil.

Li juga memastikan bahwa Tiongkok akan menjunjung tinggi ekonomi pasar dan mendukung perdagangan bebas untuk menciptakan dunia dengan masa depan ekonomi yang lebih inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.

Pernyataan Li itu muncul setelah Presiden AS Joe Biden menyatakan perlunya "mengurangi risiko dan memperluas" hubungan negaranya dengan Tiongkok, dibandingkan memutuskan hubungan dengan negara ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

Pada Mei, Biden dan para pemimpin Kelompok Tujuh (G7) lainnya juga menyebutkan pengurangan risiko dalam pernyataan bersama mereka setelah pertemuan puncak di Hiroshima, Jepang.

Pertemuan tahunan Summer Davos dihadiri sekitar 1.500 peserta dari kalangan bisnis, pemerintah, organisasi internasional, dan akademisi.

Pertemuan itu dihadiri beberapa pejabat negara di antaranya Perdana Menteri Selandia Baru Chris Hipkins, Perdana Menteri Vietnam Pham Minh Chinh dan Direktur Jenderal Organisasi Perdagangan Dunia Ngozi Okonjo-Iweala.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.