Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perkuat Diversifikasi, Pakar Dorong Mahasiswa Gali Potensi Pangan Fungsional dari Lokal

📅 Rabu, 28 Jun 2023, 04:56 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perkuat Diversifikasi, Pakar Dorong Mahasiswa Gali Potensi Pangan Fungsional dari Lokal Doc: ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi
Ket. Ilustrasi- Salah satu pangan lokal berupa olahan jagung asal Lampung.

Jakarta- Perkuat diversifikasi. Pakar ilmu dan teknologi pangan Institut Pertanian Bogor (IPB) Purwiyatno Hariyadi mendorong mahasiswa untuk mengeksplorasi potensi pangan fungsional dari daerah-daerah lokal di Indonesia sehingga dapat bermanfaat bagi masyarakat.

"Kami ingin mendorong para mahasiswa untuk lebihaware, lebih sensitif, dan eksploratif terhadap potensi-potensi di sekitarnya, di lokalnya, yang secara tradisi itu juga banyak," kata Purwiyatno dalam webinar yang digelar secarahybriddi Jakarta, Selasa.

Becermin dari situasi pandemi COVID-19 yang lalu, Purwiyatno mengamini bahwa banyak ide bermunculan untuk mengembangkan pangan fungsional berbasis kearifan lokal apalagi Indonesia memiliki sejarah tradisi yang panjang terkait hal tersebut.

"Kita punya tradisi jamu, misalnya, dan itu kalau bisa dikembangkan lebih lanjut menjadi dalam bentuk pangan yang bisa dikonsumsi sehari-hari akan sangat baik," ujar dia.

Pakar pangan dan gizi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dr. Widjaja Lukita, Ph.D, SpGk(K) mencontohkan bagaimana bahan pangan kedelai yang banyak diolah menjadi produk lokal berupa tempe dan tahu. Dia mengingatkan kedelai tidak hanya dikenal sebagai sumber protein melainkan juga sumberfitoestrogenyang sangat bermanfaat bagi tubuh.

"Selain memenuhi kebutuhan gizi, kalori dan sebagainya, tetapi dia (pangan fungsional) mempunyaibiological functionatau fungsi biologis yang untuk mencegah penyakit tidak menular," ujar Widjaja.

Pangan fungsional yang memiliki bahan aktif, jelas Widjaja, secara lebih lanjut juga dapat diekstraksi untuk dikembangkan menjadifitofarmakayang bermanfaat di dalam ilmu kesehatan terutama untuk pencegahan dan pengobatan.

Pakar perikanan dan ilmu kelautan dari Universitas Diponegoro (Undip) Ambariyanto juga menambahkan bahwa pangan fungsional yang berasal dari laut juga memiliki potensi yang besar untuk dieksplorasi, apalagi mengingat Indonesia menyimpan sumber daya laut yang cukup banyak.

"Kalau mencari bahan untuk dikembangkan di pangan fungsional itu cari biota, organisme, dari laut itu pasti dapat. Tergantung nanti ujinya pakai apa. Misalnya kita kan banyak sekali penelitian-penelitian yang muncul kaitannya dengan bahan aktif yang nanti bisa bermanfaat untuk anti-bakteri, misalnya, atau anti-oksidan, itu banyak sekali potensinya," ujar dia.

"Jadi sebetulnya kalau di Indonesia itu tidak akan pernah ada kesulitan untuk pengembangan pangan fungsionalnya berdasarkan dari produk lokal," pungkas Ambariyanto.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
gaia musik festival

Rona
Perubahan Cuaca Benarkah Da...
Megapolitan
Pembangunan SDM dan Pengemb...

Pantai Harus Tampak Indah, tak Boleh Kumuh

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pantai Harus Tampak Indah, ...
Megapolitan
Hadapi Musim Kemarau Panjan...
Daerah
Kamar Kos Jadi Lokasi Rekon...

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

Piala AFF 2026: Laga Penentu Grup A, Vietnam Tak Punya Pilihan Selain Menang atas Indonesia

03 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.