George Soros Wariskan Filantropi, Donasi, Serbuan Antisemit, dan Teori Konspirasi
📅 Minggu, 25 Jun 2023, 10:02 WIB | Oleh: Tim PenulisPada 2018, ekstremis lainnya mengirimkan bom pipa ke rumah Soros di pinggiran kota New York. Tak ada yang terluka dalam peristiwa ini, namun pelakunya divonis 20 tahun penjara.
Banyak ekstremis sayap kanan lainnya yang berupaya menjustifikasi serangan mereka terhadap orang-orang Yahudi dan kelompok minoritas lainnya dengan teori konspirasi anti-Soros - termasuk pria yang membunuh 10 warga kulit hitam di sebuah supermarket pada 2022.
Warisan yang kompleks
Tak semua kritik terhadap Soros bersifat antisemit.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski saya percaya bahwa dukungan Soros terhadap kebebasan dan komitmennya untuk memberdayakan kelompok termarginalisasi layak dipuji, saya juga berpikir bahwa wajar saja mempertanyakan sumber kekayaan Soros dan metode yang ia gunakan untuk mengumpulkannya.
Selayaknya miliarder lain, kekayaan keluarga Soros membantu mengabadikan ketimpangan pendapatan dan pengaruh politik yang terpusat di tangan orang-orang kaya. Saya percaya bahwa pengaruh besar ini mengganggu jalannya demokrasi yang sesungguhnya.
George Soros pastinya telah membantu mendanai kegiatan yang telah memupuk nilai-nilai demokrasi melalui sumbangan amal. Namun demikian, dukungan finansialnya dalam dunia politik-termasuk dengan memberikan hadiah bagi tujuan dan kandidat Partai Demokrat seperti Mantan Presiden Barack Obama, Mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton dan Presiden Joe Biden - telah membuatnya menjadi sosok yang terpolarisasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ketika para mega donor dari preferensi politik apa pun memberikan sumbangan besar kepada seorang kandidat atau partai, hadiah mereka dapat membentuk agenda dan mengganggu proses demokrasi.
Dalam wawancara pertamanya sebagai pimpinan Open Society Foundations, Alex Soros yang berusia 37 tahun mengatakan pada The Wall Street Journal bahwa ia "lebih politis" daripada ayahnya dan dia kemungkinan akan memberikan donasi politik yang memajukan hak memilih dan hak aborsi.
Masih belum jelas bagaimana putra Soros tersebut berencana untuk menghentikan gambaran jahat tentang kegiatan filantropi keluarganya.![]()
Armin Langer, Assistant Professor of European Studies, University of Florida
Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!