Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Program Pemberdayaan UMKM Belum Sesuai Harapan

📅 Kamis, 22 Jun 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Program Pemberdayaan UMKM Belum Sesuai Harapan Doc: ANTARA/KORNELIS KAHA
Ket. PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT DI WILAYAH TERTINGGAL, TERDEPAN, DAN TERLUAR I Ketua Kelompok Usaha, Ita Esa Meitri Nainatu menyusun sabun mandi dari campuran hasil laut di desa Oeseli, Kabupaten Rote Ndao,NTT, Rabu (21/6). The Arafura and Timor Seas Ecosystem Action (ATSEA) membina dan memberikan pendampingan kepada Ibu-ibu di desa tersebut untuk membentuk kelompok usaha guna meningkatkan perekonomian masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Sudah seharusnya pemerintah membina dan memberi akses pelaku UMKM naik kelas untuk memberi nilai tambah ekonomi nasional.

JAKARTA - Pemerintah diminta tidak sekadar mendorong para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masuk ke ekosistem digital, tetapi harus mengupayakan agar lebih berkembang dan naik kelas, salah satunya melalui digitalisasi.

Presiden Tangan Di Atas (TDA) 8.0, Eko Desriyanto, di hadapan para entrepreneurship di Jakarta, Rabu (21/6), mengatakan untuk naik kelas, pelaku usaha harus mendapat pendampingan dari mentor yang memang sudah memiliki skill dan pengalaman yang memadai.

Di komunitasnya sebagai salah satu inkubasi untuk melahirkan dan mengembangkan entrepreneurship, pelatihan dan pendampingan diberikan secara berjenjang. Pengusaha skala menengah menjadi mentor bagi usaha kecil, begitu juga usaha kecil mendampingi yang mikro dan yang mikro menjadi mentor usaha supermikro.

Dengan pendampingan, Eko yang juga memimpin salah satu perusahaan UMKM yang telah listing di bursa itu berharap semakin banyak lahir wirausahawan baru ke depan.

"Negara akan maju kalau banyak lahir para pengusaha, karena bisa menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan bagi negara," kata Eko.

Saat ini, jelasnya, jumlah wirausahawan di Indonesia masih sangat terbatas atau sekitar 3,18 persen dari total penduduk. Angka tersebut tertinggal jauh dari negara Asean, yaitu Singapura 8,76 persen, Thailand 4,26 persen, dan Malaysia 4,74 persen.

Padahal untuk menjadi sebuah negara dengan kekuatan ekonomi yang besar, minimal harus memiliki 4 persen pengusaha dari jumlah populasi di suatu negara. Negara-negara maju saat ini rata-rata rasio pengusahanya mencapai 12-14 persen dari total populasi.

Di Indonesia, sektor UMKM menjadi tulang punggung ekonomi nasional karena kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang mencapai 60 persen serta menyerap 97 persen tenaga kerja di Tanah Air.

Dalam kesempatan berbeda, pengamat ekonomi Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Esther Sri Astuti, mengatakan kebijakan pemerintah terhadap pelaku UMKM masih setengah hati.

Hal itu terlihat pada jumlah UMKM di Indonesia yang cukup banyak, tetapi kredit atau pembiayaan ke sektor tersebut hanya sekitar 19-20 persen. Begitu juga akses ke pasar masih kurang, sehingga UMKM yang go digital juga masih sedikit. Kemudian, UMKM go export juga sangat sedikit.

"UMKM seharusnya bisa diintegrasikan dengan perusahaan multinasional sehingga menjadi bagian global value chain. UMKM juga mendapat transfer knowledge dan transfer teknologi sehingga mereka mandiri dan tidak berhenti menjadi UMKM, tetapi jadi usaha yang lebih besar.

Diragukan

Sementara itu, peneliti ekonomi Indef, Nailul Huda, mengatakan data 22 juta UMKM masuk ke ekosistem digital sebagaimana disampaikan pemerintah itu datanya kurang valid dan tidak akurat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.