Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perkuat Kolaborasi untuk Percepat Transisi Energi

📅 Selasa, 20 Jun 2023, 00:01 WIB | Oleh:
Perkuat Kolaborasi untuk Percepat Transisi Energi Doc: ISTIMEWA
Ket. ARIFIN TASRIF Menteri ESDM - Pemerintah melalui Kementerian ESDM mendorong dukungan berkelanjutan dan kolaborasi untuk memastikan kemitraan yang inovatif.

JAKARTA - Menteri ESDM, Arifin Tasrif, mengajak kolaborasi dalam upaya mempercepat proses transisi energi di kawasan Asia Tenggara. Kolaborasi perlu diperkuat tak hanya antarnegara anggota Asean, tetapi juga dengan organisasi internasional dan pemangku kepentingan lainnya.

"Pemerintah melalui Kementerian ESDM mendorong dukungan berkelanjutan dan kolaborasi untuk memastikan kemitraan yang inovatif, pembiayaan yang berkelanjutan dan inklusif, serta akses ke teknologi yang diperlukan dan efektif untuk mempercepat transisi energi, khususnya di kawasan Asia Tenggara," kata Arifin saat membuka 41st Senior Officials Meeting on Energy Asean (41st Asean SOME), di Sekretariat Asean Jakarta, Senin (19/6).

Seperti dikutip dari Antara, Arifin mengatakan lanskap energi global didesak untuk bertransisi secara berkelanjutan dari ekonomi berbasis fosil menuju ekonomi rendah karbon. "Dengan cara yang inklusif dan adil, sembari mempertimbangkan keadaan, kemampuan, dan prioritas nasional," ujar Arifin dalam keterangannya.

Saat ini, keamanan energi sama pentingnya dengan transisi energi. Oleh karena itu, dia menyebutkan, pada Keketuaan Asean 2023, Indonesia menyampaikan pentingnya ketahanan energi berkelanjutan, melalui interkonektivitas di Asean sebagai pusat pertumbuhan.

Arifin menyampaikan pipa gas Trans-Asean (Trans-Asean Gas Pipeline/TAGP) dan jaringan listrik Asean akan mempercepat transisi energi bersih dan meningkatkan ketahanan energi.

Teknologi Energi Bersih

Menteri ESDM menambahkan mineral kritis juga dibutuhkan untuk mendukung transisi energi. Mineral kritis adalah mineral untuk inovasi teknologi berbasis energi bersih dan terbarukan. Permintaan global akan mineral kritis untuk mengembangkan teknologi energi bersih meningkat secara signifikan.

Data International Energy Agency (IEA) menyatakan mobil listrik membutuhkan input mineral enam kali lipat dari mobil konvensional.

Sedangkan Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) membutuhkan sumber daya mineral 13 kali lebih banyak daripada pembangkit listrik berbahan bakar gas berukuran serupa.

"Beberapa negara Asean seperti Indonesia, Malaysia, Myanmar, Filipina, dan Vietnam dikaruniai sumber daya mineral dalam jumlah besar, antara lain nikel, timah, bauksit, dan logam tanah jarang, sehingga Asean dapat memainkan peran besar dalam rantai pasokan mineral kritis global," kata Arifin.

Ia mengatakan perlunya mengembangkan unit pengolahan dan pemurnian mineral serta manufaktur untuk industri berbasis mineral, terutama teknologi energi bersih.

Menteri Arifin menyebut Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Indonesia adalah pemain kunci dalam industri manufaktur energi terbarukan seperti industri baterai solar PV dan kendaraan listrik.

"KTT Asean 2023 menyepakati penggunaan kendaraan listrik untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan dekarbonisasi sektor transportasi darat di kawasan guna mencapai net zero emission (NZE)," ungkapnya.

Ia menuturkan negara-negara Asean berkomitmen untuk mengembangkan ekosistem kendaraan listrik regional dengan melibatkan seluruh negara anggota Asean dan meningkatkan industri kendaraan listrik dan menjadikan Asean sebagai pusat produksi global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.