Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bonus Demografi Tidak Cukup Mencapai Kemajuan Suatu Negara

📅 Senin, 19 Jun 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Hal itu menunjukkan negara dengan kapasitas industri, teknologi, dan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni bisa memberikan kesejahteraan dibanding negara yang kaya sumber daya alam.

Untuk mengejar ketertinggalan, Indonesia harus meningkatkan indeks inovasi global yang saat ini berada di 75 dan perlu masuk 40 besar ranking dunia. "Kuncinya pada peningkatan belanja riset, registrasi paten, dan kerja sama industri dan institusi pendidikan," kata Bhima.

Selain itu, harus menurunkan tingkat korupsi di berbagai level birokrasi dan mendorong transfer teknologi dari setiap investasi yang masuk.

Pada kesempatan berbeda, pengamat ekonomi Universitas Indonesia (UI), Eugenia Mardanugraha, mengatakan jumlah penduduk yang besar bisa menjadi beban kalau penduduknya tidak produktif.

Sementara itu, peneliti ekonomi Indef, Nailul Huda, mengatakan salah satu pembentuk PDB adalah konsumsi rumah tangga, di mana penduduk yang besar pasti akan membentuk PDB yang cukup besar pula. Begitu yang terjadi pada Tiongkok dan India, termasuk Indonesia.

Seharusnya, kata Nailul, negara berpenduduk besar harus dipadukan dengan output industri manufaktur dengan teknologi tinggi sehingga menghasilkan multiplier effect ke ekonomi yang tinggi pula. "Indonesia tertinggal dalam pengembangan industri manufakturnya, malah yang terjadi deindustrialisasi dini," kata Nailul.

Diminta terpisah, pengamat ekonomi Universitas Katolik Atmajaya Jakarta, Yohanes B. Suhartoko, mengatakan Indonesia masuk negara G20 karena dari sisi pendapatan nasionalnya mempunyai kapasitas besar.

Namun demikian yang perlu diperhatikan ke depan, jika ingin menjadi kekuatan ekonomi dunia yang punya ketahanan, Indonesia harus mulai meningkatkan pendapatan per kapita dan pemerataan pendapatan dengan mengembangkan industri manufaktur.

"Hilirisasi perlu diperjuangkan terus walau ada hambatan eksternal dan internal," katanya.

Pemerataan Ekonomi

Dari Malang, pengamat Hubungan Internasional dari Universitas Brawijaya, Malang, Adhi Cahya Fahadayna, mengatakan pemerintah perlu meniru negara-negara maju yang telah berhasil membangun pemerataan ekonomi dan meningkatkan kapasitas SDM serta mengadopsi teknologi untuk kemajuan industri.

"Satu hal yang membedakan antara negara maju dan negara dengan GDP yang tinggi adalah pemerataan kesejahteraan. Bagi negara maju, walaupun terkadang GDP tidak terlalu tinggi, namun pemerataan kesejahteraan sangat terjaga," kata Adhi.

Beberapa masalah dalam pengelolan SDM di negara dengan popuasi besar terutama ketimpangan ekonomi, angka pengangguran yang tinggi, dan rendahnya kualitas pendidikan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.