Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bonus Demografi Tidak Cukup Mencapai Kemajuan Suatu Negara

📅 Senin, 19 Jun 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Bonus Demografi Tidak Cukup Mencapai Kemajuan Suatu Negara Doc: ANTARA/RAISAN AL FARISI
Ket. Buruh bekerja di sebuah pabrik tas di Kabupaten Bandung, Jawa Barat. RI membutuhkan output Industri berkualitas tinggi sehingga menghasilkan multiplier effect ke ekonomi yang tinggi pula.

JAKARTA - Berdasarkan catatan perkembangan PDB global, Tiongkok dan India telah memainkan peran penting dalam perekonomian dunia selama 2000 tahun terakhir. Namun di pertengahan abad ke-20 peranan kedua negara mulai turun. Mengapa Tiongkok dan India tertinggal di belakang mungkin lebih merupakan misteri daripada mengapa mereka berkembang pesat saat ini.

Tiongkok mewakili hampir 20 persen dari PDB global dan pada 2010, menjadi ekonomi terbesar kedua dunia setelah Amerika Serikat (AS). Meski demikian, Tiongkok menolak untuk dilabeli sebagai negara maju sesuai kehendak AS yang menginginkannya. Negeri Tirai Bambu itu bersikeras mempertahankan status sebagai negara berkembang.

Status negara berkembang Tiongkok memang telah diakui oleh dunia. Bahkan, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok (MFA), Wang Wenbin, menyebut bahwa status negara berkembang Tiongkok didukung oleh fakta-fakta konkret seperti Produk Domestik Bruto (PDB) perkapita tahun 2022 sebesar 12.741 dolar AS atau seperlima dari negara ekonomi maju dan seperenam dari AS.

Tiongkok dan India memang menjadi penyumbang signifikan terhadap ekonomi global, tetapi kontribusi mereka lebih didorong oleh jumlah penduduk yang besar. Kondisi tersebut berbeda dengan negara-negara maju lainnya yang berhasil menghasilkan barang-barang berteknologi tinggi sehingga pendapatan perkapita mereka jauh lebih besar.

Negara-negara maju berhasil mengembangkan industri yang mampu menghasilkan barang-barang dengan standar mutu tinggi dan teknologi canggih, sehingga berkontribusi besar terhadap pendapatan dan pertumbuhan ekonomi mereka.

Pengamat ekonomi dari Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Y Sri Susilo, kepada Koran Jakarta, Minggu (18/6), mengatakan Indonesia menghadapi tantangan yang jauh lebih berat dibanding India dan Tiongkok. Indonesia hanya mengandalkan pertumbuhan PDB dari penduduk yang banyak sehingga sulit untuk maju.

Indonesia sendiri, katanya, masuk dalam kelompok G20 karena jumlah penduduknya yang besar. Padahal, faktor demografis itu tidak cukup untuk mencapai kemajuan yang signifikan dalam jangka panjang.

Indonesia perlu belajar dari negara-negara seperti Korea Selatan (Korsel) dan Taiwan yang telah berhasil mengembangkan sektor industri dengan produk-produk berteknologi tinggi. Negara-negara itu mampu menjadi pemain global dalam industri elektronik, dengan mengekspor produk-produk seperti ponsel pintar (HP) dan cip.

"Penting bagi RI untuk fokus pada peningkatan kualitas output dan daya saing industri. Upaya pengembangan industri dengan teknologi tinggi akan membantu menciptakan lapangan kerja yang berkualitas, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat ekonomi secara keseluruhan," katanya.

Agar bisa menciptakan produk berteknologi tinggi maka investasi dalam pendidikan dan pelatihan teknis harus ditingkatkan. Dengan meningkatkan kualifikasi tenaga kerja dan mengembangkan keahlian dalam sektor-sektor yang membutuhkan teknologi tinggi, Indonesia dapat meningkatkan daya saingnya di pasar global," papar Susilo.

Bergantung SDA

Dari Jakarta, Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios), Bhima Yudisthira, mengatakan Indonesia masih terjebak pada kutukan sumber daya, terutama komoditas mentah dan olahan primer membuat pendapatan per kapita cenderung tertinggal.

PDB per kapita Indonesia pada 2022 menurut Bank Dunia tercatat 4.291 dollar AS. Sedangkan Korea Selatan sudah di angka 34.000 dollar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

36 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.