Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perlu Kerja Keras, PBB Sebut Aksi Dunia Terhadap Perubahan Iklim Masih Menyedihkan

📅 Sabtu, 17 Jun 2023, 00:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perlu Kerja Keras, PBB Sebut Aksi Dunia Terhadap Perubahan Iklim Masih Menyedihkan Doc: Antara/Xinhua
Ket. Sekjen PBB Antonio Guterres saat konferensi pers di markas PBB, Guterres menyerukan kepada dunia untuk percepatan aksi dalam mengatasi perubahan iklim.

Jakarta - Perlu kerja keras. Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)Antonio Guterres memperingatkan bahwa tanggapan global terhadap perubahan iklim "masih menyedihkan".

Usai bertemu dengan sekelompok masyarakat sipil penggerak iklim dari seluruh dunia, Guterres menekankan bahwa dunia sedang menuju bencana dalam waktu yang cepat.

"Kebijakan-kebijakan saat ini sedang membawa dunia menuju kenaikan suhu 2,8 derajat pada akhir abad ini. Itu adalah bencana. Namun tanggapan kolektif tetap menyedihkan," kata Guterres pada konferensi pers di New York, Kamis, seperti dikutip dari transkrip resmi PBB dalam situs webnya.

Guterres mengatakan dia "sangat khawatir" dengan sikap dunia terhadap perubahan iklim. Menurut dia, negara-negara berada jauh dari jalur dalam memenuhi janji dan komitmen iklim, dan tanggapan kolektif masih menyedihkan.

"Saya melihat kurangnya ambisi. Kurangnya kepercayaan. Kurangnya dukungan. Kurangnya kerja sama. Dan banyaknya masalah seputar kejelasan dan kredibilitas," tambahnya.

Guterres mendesak semua negara untuk "membangun kembali kepercayaan berdasarkan keadilan iklim" dan "mempercepat transisi yang adil menuju ekonomi hijau".

Dia menekankan setiap negara, tanpa kecuali, harus mendengar suara masyarakat sipil serta melibatkan mereka untuk membantu membentuk kebijakan.

Guterres mengatakan bahwa tindakan dalam mengatasi perubahan iklim ini butuh partisipasi global dan perlu dilaksanakan secepat mungkin.

Dia menyebut industri bahan bakar fosil menjadi sumber masalah iklim, dan mengatakan "masalahnya bukan hanya emisi bahan bakar fosil. Ini bahan bakar fosil - titik."

"Solusinya jelas: dunia harus menghapuskan bahan bakar fosil dengan cara yang adil dan merata - beralih meninggalkan minyak, batu bara, dan gas dan meningkatkan investasi terbarukan dalam transisi yang adil," ujar dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Kemenkes Perluas Cek Kesehatan Gratis

19 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemenkes Perluas Cek Keseha...

Aldila Tak Mampu Menerobos Semifinal WTA Ningbo

38 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Aldila Tak Mampu Menerobos ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.