Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Masyarakat Setuju Candi Borobudur Dirawat dan Dijaga

📅 Jumat, 16 Jun 2023, 01:10 WIB | Oleh:
Masyarakat Setuju Candi Borobudur Dirawat dan Dijaga Doc: koran jakarta/Muhamad Ma’rup
Ket. Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Hilmar Farid,

JAKARTA - Direktur Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Hilmar Farid, mengatakan pandemi Covid-19 menjadi momentum pelestarian candi Borobudur. Pada momen tersebut ada ide untuk pembatasan akses pengunjung naik ke candi dengan cara menaikkan harga tiket.

"Memang kebijakan pembatasan itu sebetulnya bukan kebijakan baru, ini berdasarkan riset," ujar Hilmar, dalam konferensi pers Survei terkait Borobudur, di Jakarta, Kamis (15/6).

Dia menegaskan pemeliharaan candi Borobudur memang perlu dilakukan. Sejatinya ada tujuan yang lebih besar dari polemik harga tiket pada tahun 2021 silam.

Hilmar menambahkan, sebelum pandemi, sangat sulit mencari momentum pembatasan tersebut. Pasalnya perlu waktu lama untuk mensosialisasikan alasan pembatasan. "Jadi apa yang dilakukan pada masa covid-19 itu memperkuat pemeliharan Borobudur. Sebelumnya tidak ada kesempatan memberlakukannya," jelasnya.

Hilmar mengungkapkan, kini pembatasan sudah lebih banyak dipahami masyarakat. Terlebih ada kajian riset mengenai hal tersebut.

"Jadi ini sudah semakin kuat agar Borobudur dapat lebih terpelihara. Pembatasan saat ini yang naik hanya 1.200 orang setiap hari, dan itupun dibagi dalam regu-regu sehingga hanya 150 orang yang ada di atas candi secara bersamaan," terangnya.

Hasil Survei

Dia mengatakan, sebanyak 83 persen masyarakat mempersepsikan Candi Borobudur sebagai cagar budaya dan perlu dirawat serta dijaga. Masyarakat menilai Candi Borobudur perlu dirawat dan dijaga untuk kelestarian budaya, ikon sejarah, dan memperpanjang usia candi.

Dia mengatakan, pihaknya memerlukan survei tersebut agar dapat mengetahui langkah-langkah yang tepat dalam melaksanakan tugas dan fungsi dalam menjaga, merawat, dan pelestarian cagar budaya Borobudur tersebut. Selain itu, Hilmar menilai dengan hasil riset masyarakat bisa lebih percaya sehingga publik akan lebih menerima dengan pembatasan naik ke teras Candi Borobudur.

"Hasil survei memberi petunjuk kepada Ditjen Kebudayaan untuk merumuskan kebijakan yang jauh lebih selaras dengan persepsi publik ini," tandasnya.

Direktur Riset Katadata Inisght Center, Gundy Cahyadi, menambahkan, 87 persen responden menanggapi penutupan candi dengan sentimen positif dan 12 persen merespon negatif. Alasan responden menanggapi penutupan candi dengan positif karena pelestarian candi, mengindari perilaku buruk pengunjung, menjaga benda bersejarah dan sumber pengetahuan, menghormati tempat sakral dan upaya konservasi candi.

"Survei ini memperlihatkan bahwa penutupan teras Candi Borobudur pada dasarnya bisa diterima oleh masyarakat. Karena, sebagian besar paham bahwa Candi Borobudur adalah cagar budaya yang tentunya harus dirawat. Masyarakat juga menerima alasan pelarangan pengunjung naik ke Candi Borobudur," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.