Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DKI Perlu Subsidi Daging untuk Cegah 'Stunting'

📅 Jumat, 16 Jun 2023, 05:21 WIB | Oleh:
DKI Perlu Subsidi Daging  untuk Cegah 'Stunting' Doc: ANTARA/HO-Pemkot Jakbar
Ket. Suku Dinas Kesehatan Jakarta Barat mengadakan pelatihan pertumbuhan dan perkembangan balita di aula Puskesmas Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat untuk pendeteksian dini dan pengentasan tengkes pada balita, Rabu (17/5/2023).

JAKARTA - Untuk mencegah anak kerdil (stunting), Pemprov DKI didesak memberi sumbangan atau bantuan daging dan telur kepada balita serta ibu. Sebab harga daging dan telur tengah tinggi. Desakan datang dari anggota DPRD DKI, Merry Hotma, Kamis (15/6).

"Harus ada subsidi pangan bergizi khusus untuk anak lima tahun ke bawah beserta ibunya. Ini sama seperti Kartu Jakarta Pintar saja," kata anggota Komisi E DPRD tersebut. Menurut Merry, Pemprov bisa mendata anak balita dari setiap pos pelayanan terpadu (posyandu), khususnya untuk mereka dari keluarga tidak mampu.

Berdasar data tersebut, pemprov bisa memberi subsidi pangan daging dan telur setiap bulan kepada. "Subsidi harus diberikan kepada setiap bayi. Jangan lupa kualitas bantuan mesti tetap dijaga," jelas dia. Pemberian subsidi tersebut, juga harus bersamaan dengan pemberian makan kepada bayi di setiap posyandu.

Menurut Merry, makanan yang disediakan posyandu selama ini kepada bayi tidak memiliki gizi tinggi. "Itu cuman kue atau bubur kacang hijau yang kurang gizinya. Itu dari dulu," katanya.Dia berharap pemprov mengalokasikan anggaran lebih agar setiap posyandu mampu memberi pangan dengan gizi tinggi untuk para balita.

Dia memberi contoh, paling tidak tiap orang dijatah 20.000 rupiah. Itu sudah bisa makan ayam plus nasi atau telur dan daging sapi. Berdasarkan web infopangan.jakartag.go.id, kemarin, harga daging sapi dan telur masih tinggi. Tercatat harga daging sapi has (paha belakang) 145.116 per kilogram. Harga daging kambing 146.296 per kilogram, sedangkan harga telur di kisaran 31.000 rupiah per kilogram.

Sebelumnya, anggota DPRD, Wa Ode Herlina,minta Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Jakarta menurunkan harga daging dan telur. Menurut Wa, kenaikan harga daging dan telur sudah terjadi sejak beberapa hari lalu. Hal tersebut memberatkan masyarakat lantaran dua bahan pangan pokok itu menjadi salah satu kebutuhan pangan yang penting.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo meninjau harga bahan pokok di Pasar Menteng Pulo, Jakarta untuk melihat pergerakan inflasi. "Saya ingin melihat situasi harga, terutama berkaitan dengan inflasi setelah Lebaran," kata Presiden di Pasar Menteng Pulo.

Menurut Jokowi, sejumlah harga bahan pokok cukup terjaga. Adapun harga bahan pokok yang naik adalah bawang merah 44-45 ribu per kilogram, atau meningkat dari 32-34 ribu per kilogram. Untuk komoditas lain seperti beras, Jokowi menyebut tidak ada masalah. Dia mengaku kaget harga beras medium 9.000 per kg.

"Beras yang medium dijual 9.000 sampai 9.500. Saya kaget juga ternyata ada yang 9.000. Ini bagus saya rasa," katanya. Sedangkan untuk harga minyak berkisar 14 ribu. Harga telur 31 ribu per kilogram.

Masih Terburuk

Sementara itu, selain problem kekerdilan, Jakarta juga masih berkutat dengan polusi udara. Kualitas udara Jakarta berdasarkan data IQAir menduduki posisi ketiga terburuk dunia, Kamis (15/6) pukul 13.15 WIB. Kualitas udara Jakarta mencapai AQI US 141 atau berada di posisi ketiga udara terburuk setelah Minneapolis, Amerika Serikat yang berada di urutan pertama dengan AQI US 191.

Kemudian Doha, Qatar, urutan kedua dengan AQI US 149. Kemudian, tingkat konsentrasi PM2.5 Jakarta saat ini di level 52 µg/m³. Peringkat kualitas udara Jakarta saat ini berada di indikator oranye. Artinya tidak sehat bagi kelompok sensitif, sedangkan indikator merah merujuk kualitas udara yang tidak sehat dibanding kota lainnya dunia. Lalu ungu sangat tidak sehat. Hitam berbahaya. Hijau baik dan kuning sedang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar

Kebakaran Meluas, Wisata Gunung Bromo Ditutup Total

2 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Kebakaran Meluas, Wisata Gu...
Nasional
MTQ Nasional XXXI Dibuka, M...
Advertisement
Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

Kapolri Listyo Sigit Hadiri Pameran Nasirun di Galeri Nasional, Apresiasi Seni Budaya Indonesia.

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.