Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Untuk Pertama Kalinya di Dunia, Seekor Buaya Betina Bisa Membuat Dirinya Hamil Tanpa Peran Buaya Jantan

📅 Kamis, 08 Jun 2023, 20:20 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Untuk Pertama Kalinya di Dunia, Seekor Buaya Betina Bisa Membuat Dirinya Hamil Tanpa Peran Buaya Jantan Doc: BBC/JOE WASILEWSKI

KOSTA RIKA - Seekor buaya teridentifikasi membuat dirinya sendiri hamil di sebuah kebun binatang di Kosta Rika dan peristiwa ini merupakan kasus pertama di dunia.

Buaya tersebut mengandung janin yang 99,9 persen identik secara genetik dengan dirinya sendiri.

Fenomena yang disebut sebagai "melahirkan dalam keadaan perawan" itu sebelumnya pernah terjadi pada spesies burung, ikan, dan reptil lainnya, namun belum pernah terjadi pada buaya.

Para ilmuwan mengatakan kondisi ini mungkin diwariskan dari nenek moyang buaya itu yang evolusioner, sehingga ada kemungkinan dinosaurus juga mampu bereproduksi sendiri.

Buaya betina berusia 18 tahun itu bertelur di Parque Reptilania pada Januari 2018. Janin di dalamnya telah terbentuk sempurna, tapi tidak menetas karena telah mati lebih dulu.

Buaya itu didatangkan ketika masih berumur dua tahun, lalu dipisahkan dari buaya lain sepanjang hidupnya. Itulah mengapa tim sains kebun binatang tersebut menghubungi Dr Warren Booth yang kini bekerja di Virginia Tech, AS. Dr Booth telah mempelajari soal melahirkan dalam keadaan perawan, yang secara ilmiah dikenal sebagai partenogenesis, selama 11 tahun.

Hasil analisisnya menunjukkan bahwa lebih dari 99,9 persen janin tersebut identik dengan induknya, sekaligus mengonfirmasi bahwa janin itu tidak memiliki ayah.

Dr Booth mengatakan kepada BBC News bahwa dia tidak terkejut dengan temuan tersebut.

"Kami pernah melihat ini terjadi pada hiu, burung, ular, dan kadal, dan ini sangat umum dan sering terjadi," ucap Dr Booth.

Dia berspekulasi bahwa alasan partenogenesis belum terlihat pada buaya karena orang-orang tidak mencari tahu contoh kasusnya.

"Laporan partenogenesis meningkat jauh ketika orang-orang mulai memelihara ular. Tapi rata-rata pecinta reptil tidak memelihara buaya," kata dia.

Salah satu teorinya, hal itu terjadi pada spesies yang mampu melakukan partenogenesis ketika jumlah mereka menyusut dan berada di ambang kepunahan.

Booth mengatakan kepada BBC News bahwa ini mungkin terjadi pada beberapa spesies dinosaurus ketika jumlahnya terus menyusut akibat perubahan lingkungan.

''Fakta bahwa mekanisme partenogenesis memiliki pola yang sama pada begitu banyak spesies yang berbeda menunjukkan bahwa ini sebenarnya adalah ciri kuno yang telah diwariskan secara berabad-abad. Ini memperkuat gagasan bahwa dinosaurus juga bisa bereproduksi dengan cara ini," ungkap Dr Booth. BBC/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.