Pemerintah Harus Buka Kompetisi Lebih Luas ke Investor Baterai EV
📅 Rabu, 07 Jun 2023, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi"Selama pandemi, kami berhasil menjaga pertumbuhan kami. Tahun lalu, kami tumbuh 5,3 persen dan tahun ini mungkin mencapai 5,4 persen. Inflasi tahun lalu mencapai lebih dari 5 persen, dan tahun ini diperkirakan kita akan dapat di bawah 4 persen. Artinya, kami bisa mengelola ekonomi kami dengan sangat baik. Ini sekali lagi akan memberi kepercayaan pada investor dan saya tidak meragukan Foreign Direct Investment (FDI) akan membawa dana ke Indonesia," kata Luhut.
Terutama dalam isu dekarbonisasi saat ini, Indonesia, kata Luhut, memiliki begitu banyak sumber energi terbarukan dengan 430 gigawatt, seperti geotermal, panel surya, pembangkit tenaga angin, tenaga air, dan lain-lain.
"Saya juga baru kembali tur sembilan hari di Tiongkok, mengunjungi industri-industri di sana, mereka tertarik. Karena kami punya bauksit, kobalt, nikel, dan lainnya. Biaya di Indonesia lebih murah dan kami pro lingkungan. Saya telah berbicara dengan banyak investor dan mereka tertarik. Sistem investasi kami sudah transparan. Kalau ada masalah, mereka bisa datang ke saya dan bicara," kata Luhut.
Indonesia, kata Luhut, juga telah menyiapkan ekosistem sehingga tidak hanya sekadar mengundang investor untuk membangun satu pabrik, tapi seluruh ekosistem, seperti untuk industri baterai kendaraan listrik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!