Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekosistem Kendaraan Listrik Cegah Dampak Perubahan Iklim

24 Selasa, 06 Jun 2023, 08:57 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Ekosistem Kendaraan Listrik Cegah Dampak Perubahan Iklim Ekosistem Kendaraan Listrik Cegah Dampak Perubahan Iklim Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Upaya pemerintah menciptakan ekosistem kendaraan listrik atau electrical vehicle (EV) diperkirakan dapat mempercepat pencapaian target Net Zero Emission (NZE) atau emisi nol persen. Langkah itu sebagai upaya nyata RI dalam menekan kenaikan suhu rata rata permukaan bumi yang bisa merusak ekosistem alam.

Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Dirjen PPI KLHK), Laksmi Dhewanthi menegaskan hal ini bukan sekadar rencana lagi, namun sudah mulai dilakukan. "Sudah mulai dari bergeser ke transisi ke energi baru dan terbarukan, hemat energi, konservasi energi, dan nanti ditambah dengan ekosistem baru yaitu e-vehicle, termasuk motor listrik, dan sebagainya maka kita akan bisa lebih cepat dari target net zero emission 2050," ungkapnya dalam diskusi virtual bertajuk Ekosistem Menuju Energi Bersih yang digelar FMB9 di Jakarta, Senin (5/6).

Berdasarkan sejumlah data dari para ilmuwan United Nations Framework Convention of Climate Change (UNFCCC), suhu rata-rata permukaan bumi diperkirakan naik lebih dari dua derajat celcius pada akhir abad ini kalau seluruh negara tidak melakukan upaya apapun. Kenaikan suhu global itu berdampak fatal karena banyak ekosistem-ekosistem penunjang kehidupan manusia akan menjadi rusak, bahkan beberapa makhluk hidup yang sangat sensitif juga akan musnah.

Karena itu, semua negara anggota UNFCCC berkomitmen agar kenaikan suhu rata-rata permukaan bumi tidak lebih dari dua derajat. "Itu komitmen pada 2016. Data ilmiah kemudian pada 2018 menunjukkan bahwa tidak cukup dua derajat kita harus tidak boleh lebih dari satu setengah derajat celcius," tandas dia.

Dia menekankan Indonesia dan semua negara dituntut untuk mempercepat upaya penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK). Saat ini, terangnya, pemerintah memiliki dua dokumen komitmen yang merangkum scenario dalam menurunkan emisi GRK.

Pertama, Nationaly Determined Contribution (NDC) atau dokumen rencana menurunkan emisi GRK dan meningkatkan ketahanan iklim di 2030 untuk jangka pendek. Kedua adalah strategi jangka panjang untuk menurunkan emisi karbon dan resilensi iklim atau Long Term Strategy for Low Carbon and Climate Resilience 2050 untuk jangka pandang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
Nasional
Kemnaker Imbau Pekerja Wasp...
Advertisement
BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

BMKG Prakirakan Mayoritas Cuaca Kota Besar Indonesia Berawan dan Hujan Ringan Sabtu Ini

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.