Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Studi: Peningkatan Perlindungan dan Perluasan Cagar Alam Penting untuk Keanekaragaman Hayati

📅 Senin, 05 Jun 2023, 00:05 WIB | Oleh:
Studi: Peningkatan Perlindungan dan Perluasan Cagar Alam Penting untuk Keanekaragaman Hayati Doc: Istimewa
Ket. Hanya sekitar 5 persen lahan, mencakup empat cagar alam, yang saat ini dilindungi di Singapura.

SINGAPURA - Sebuah studi terbaru menemukan, memperkuat perlindungan cagar alam dan memperluasnya hanya dengan 1 persen dari luas daratan planet ini dapat membantu melindungi habitat dari hampir 1.200 spesies hewan. Dengan demikian itu dapat mencegah kepunahan mereka.

Dikutip dari The Straits Times, saat ini, sekitar 70 persen dari sekitar 5.000 spesies terancam tidak memiliki keterwakilan yang jelas di kawasan lindung atau ditemukan di kawasan lindung yang telah diturunkan dan dirampingkan.

Hal ini biasanya terjadi ketika pemerintah memutuskan untuk membatalkan perlindungan hukum yang mengatur taman nasional, mengurangi derajat atau tingkat perlindungan yang diberikan padanya.

Perubahan ini dapat mengakibatkan pembukaan hutan untuk perluasan infrastruktur, pertambangan atau kegiatan lain yang menyebabkan hilangnya atau degradasi habitat.

Menurut penelitian yang dipublikasikan pada Sabtu (3/6), di jurnal ilmiah, Science Advances, oleh para peneliti dari Universitas Nasional Singapura (NUS), Universitas Princeton di Amerika Serikat dan Universitas Durham di Inggris Raya, pada 2021, lebih dari 278 juta hektare cagar alam diketahui telah diturunkan, dan dirampingkan.

"Di Asia Tenggara, sekitar 1,6 juta hektare taman telah terpengaruh karena perluasan pertanian, meskipun dalam beberapa kasus, pemerintah telah membalikkan ini dan akhirnya mengembalikan perlindungan ke beberapa taman," kata Zeng Yiwen, asisten peneliti dari NUS Center for Nature.

Menurut Zeng, para peneliti berfokus pada 5.000 spesies terestrial seperti mamalia, amfibi, dan burung dari Daftar Merah Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam atauInternational Union for Conservation of Nature (IUCN) yang memerlukan pemeliharaan habitat alami mereka, dan akan mengalami kesulitan bertahan hidup di habitat buatan manusia atau buatan.

Misalnya, Megophrys damrei adalah katak terancam punah yang hanya ditemukan di Kamboja dan tidak di tempat lain di dunia. Meskipun habitatnya dilindungi, kawasan tersebut terus mengalami degradasi dan hilangnya habitat di dalam batas taman nasional dan di sekitarnya.

Taman nasional tempat tinggal katak saat ini menghadapi ancaman dari infrastruktur terkait rekreasi dan pariwisata, pembuatan obat-obatan terlarang, pembukaan lahan dan penebangan liar.

Oleh karena itu, penelitian ini menyoroti pentingnya memastikan kawasan lindung tetap menjadi ruang yang kondusif bagi keanekaragaman hayati untuk berkembang.Pada saat yang sama, menciptakan kawasan lindung baru untuk konservasi keanekaragaman hayati juga sama pentingnya.

Pada konferensi keanekaragaman hayati atau Convention on Biological Diversity (CBD) COP15 Perserikatan Bangsa-Bangsa yang diadakan pada Desember 2022, negara-negara telah sepakat untuk menyisihkan 30 persen daratan dan lautan planet ini sebagai kawasan lindung pada 2030.

Saat ini, hanya sekitar 17 persen daratan yang dilindungi, dan 8 persen wilayah laut yang dilindungi.

"Khususnya di Asia Tenggara, konektivitas yang lebih besar antara taman nasional, atau area terisolasi atau petak-petak tanaman hijau dapat dihubungkan dengan lebih baik, yang akan memungkinkan lebih banyak ruang terlindung bagi satwa liar untuk berkeliaran," kata Zeng.

Sebagai contoh, penelitian ini menemukan melindungi bentang alam seluas 330 kilometer persegi tambahan di Indonesia dapat melindungi habitat dari 53 spesies yang saat ini memiliki cakupan kawasan lindung, tetapi memiliki wilayah terbatas untuk habitat yang sesuai.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...
Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.