Draf Awal Perjanjian Plastik Rampung November
📅 Senin, 05 Jun 2023, 02:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/Issouf SANOGO
PARIS - Rancangan awal perjanjian internasional yang sangat dinantikan untuk memerangi polusi plastik, harus rampung pada akhir November berdasarkan keputusan 175 negara yang berkumpul di Paris, Prancis, pada awal pekan lalu setelah lima hari pembicaraan yang melelahkan.
Komite negosiasi majelis menyerukan persiapan "teks draf nol" dari instrumen yang mengikat secara hukum menjelang putaran ketiga pembicaraan di Nairobi, dengan tujuan menyelesaikan perjanjian pada 2024.
Keputusan tersebut muncul dari pertemuan yang dipimpin oleh Prancis dan Brasil dan diadopsi penuh dalam pleno di kantor pusat UNESCO di Paris.
"Apakah tidak ada lagi intervensi dalam hal ini?" tanya Gustavo Meza-Cuadra Velasquez dari Peru, ketua Komite Perundingan Antarpemerintah forum tersebut. "(Jika tidak, maka) sudah diputuskan," lanjut dia sambil mengetuk palu.
"Terobosan itu muncul setelah banyak kesemrawutan pemilihan dan taktik penundaan oleh beberapa negara," ucap Menteri Transisi Ekologi Prancis, Christophe Bechu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Voting
Kisruh terjadi pada hari ke-2 pertemuan saat membahas aturan prosedural, karena negara-negara produsen plastik besar menolak gagasan kesepakatan itu sehingga keputusan pun diambil berdasarkan voting bukan dengan konsensus.
Kekhawatiran terhadap plastik telah melonjak karena mikroplastik yang terfragmentasi telah ditemukan di gunung tertinggi di dunia, di lautan terdalam, di perut burung laut, dan di dalam darah dan plasenta manusia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Plastik juga berkontribusi terhadap pemanasan global, menyumbang 3,4 persen dari emisi global pada 2019, menurut Organisasi untuk Kerjasama Ekonomi dan Pembangunan (OECD).
Berdasarkan tren saat ini, produksi tahunan plastik berbasis bahan bakar fosil akan meningkat hampir tiga kali lipat pada tahun 2060 menjadi 1,2 miliar ton, sementara limbah akan melebihi satu miliar ton.
Dengan kurang dari 10 persen didaur ulang dan lebih dari seperlima dibuang atau dibakar secara ilegal, kelompok lingkungan mendorong perjanjian untuk melampaui daur ulang atau polusi dan mengekang skala produksi. AFP/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!