Cegah Terorisme dengan 'Soft-Approach' dan Deradikalisasi
📅 Sabtu, 03 Jun 2023, 06:47 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: ISTIMEWA
Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia (BNPT RI) merupakan lembaga pemerintah nonkementerian yang melaksanakan tugas pemerintahan di bidang penanggulangan terorisme.
Saat ini, BNPT dipimpin oleh Komjen Pol. Prof. Dr. H. Rycko Amelza Dahniel, M.Si. Jenderal polisi bintang tiga ini dilantik Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta pada 3 April lalu, menggantikan Komjen Pol. (Purn) Dr. Boy Rafli Amar, M.H. yang telah memasuki masa purnabakti.
Sebelum dilantik sebagai Kepala BNPT, Rycko menjabat sebagai Kepala Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri.
Sebenarnya Rycko bukan orang baru di bidang terorisme. Sebab, lulusan terbaik Akpol 1988 ini mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa usai ikut melumpuhkan gembong teroris Dr. Azhari, di Batu, Jawa Timur, pada tahun 2005 silam.
Untuk mengenal lebih dalam terkait program-programnya, berikut kutipan wawancara wartawan Koran Jakarta, Fredrikus W Sabini dengan Kepala BNPT Komjen Pol. Prof. Dr. H. Rycko Amelza Dahniel, M.Si. dalam sejumlah kesempatan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di sini, Rycko membeberkan pesan Presiden kepadanya saat dilantik, serta bagaimana upaya pencegahan dan deradikalisasi yang akan menjadi prioritasnya.
Presiden baru saja melantik Anda sebagai kepala BNPT, April lalu. Seperti apa upaya pencegahan yang akan Anda lakukan?
Upaya pencegahan terorisme akan bekerja sama dengan mitra di dalam dan di luar negeri. Selain itu, pencegahan berbasis soft approach juga dilakukan melalui pendekatan edukasi dan kesejahteraan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kita akan melakukan kerja sama, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, terutamanya dengan mengedepankan upaya-upaya pencegahan, pencegahan dengan menggunakan sentuhan dari pada hati, pencegahan yang lebih mengedepankan upaya-upaya dalam bidang edukasi pendidikan dan kesejahteraan.
Pendekatan lunak ini juga digunakan dalam mengoptimalkan upaya deradikalisasi. Penegakan hukum merupakan ultimum remedium, sehingga pendekatan lunak menjadi strategi utama dalam mencegah terorisme.
Apa pesan Presiden saat dilantik?
Bapak Presiden berpesan kepada saya untuk melakukan optimalisasi kegiatan deradikalisasi terutama kepada saudara-saudara kita yang pernah tersesat dan terlibat dalam masalah hukum dengan kasus-kasus radikalisme dan terorisme, kita tentunya akan menggunakan berbagai upaya, pendekatan secara preemtif, secara persuasif, preventive is better than cure, prevention first, the law enforcement only the ultimum remedium strategy.
Bagaimana pandangan Anda terhadap tugas baru ini?
Tugas penanggulangan terorisme ini sangat mulia. Mulia bukan hanya karena menjaga keutuhan NKRI, tapi bagaimana membuat manusia menjaga kemanusiaan, manusia menghormati satu sama lain. Ini penting.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!