Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Semua Hewan Kurban Harus Divaksin

📅 Rabu, 31 Mei 2023, 04:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Semua Hewan Kurban Harus Divaksin Doc: ANTARA/Pradita Kurniawan Syah
Ket. Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan saat meninjau vaksinasi penyakit mulut dan kuku pada hewan ternak di Desa Cicau, Kecamatan Cikarang Pusat pada Rabu (29/6).

BEKASI - Semua hewan kurban dari luar daerah yang akan masuk Kabupaten Bekasi diwajibkan untuk diberlakukan vaksinasi. Pelaksanaan vaksinasi maksimal 21 hari sebelum dipotong. Langkah ini untuk memastikan dagingnya dapat dikonsumsi secara aman saat Idul Adha.

"Hewan kurban terutama dari daerah dengan kasus penyakit mulut dan kuku atau PMK serta Lumpy Skin Disease atau LSD wajib telah menerima vaksinasi dan terjamin kesehatannya," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi, Dwian Wahyudiharto, Selasa (30/5).

Dwian mengatakan penjual hewan kurban diharuskan memiliki bukti surat keterangan kesehatan hewan dari daerah asal. Jika tidak ada bukti telah divaksinasi, tidak dibolehkan untuk diperjualbelikan di Kabupaten Bekasi.

Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Bekasi menjadi daerah tujuan penjualan hewan kurban dari beberapa wilayah, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, NTT, NTB, dan Bali. Jumlah hewan kurban dari daerah tersebut akan meningkat menjelang Idul Adha setiap tahun.

"Jadi, kalau belum terjamin kesehatannya, tidak boleh masuk ke Kabupaten Bekasi. Bahkan kita syaratkan agar ada uji laboratorium dari daerah asal. Kalau dari hasil uji ada penyakit menular, ya tentu saja tidak boleh masuk ke Bekasi," katanya.

Dwian memastikan hewan kurban asal Kabupaten Bekasi dalam kondisi sehat mengingat vaksinasi dan pengecekan terhadap hewan ternak lokal dilakukan secara rutin serta berkelanjutan.

"Kalau hewan kurban dari luar daerah saat diantar ke sini melintasi beberapa wilayah atau kota. Di daerah yang dilintasi belum tahu apakah ada penularan penyakit atau tidak," jelasnya.

Lebih jauh, Dwian menuturkan, saat ini jumlah hewan ternak yang terdeteksi menderita PMK di Kabupaten Bekasi terus berkurang. Hal ini terjadi karena Kabupaten Bekasi selalu melakukan vaksinasi keliling secara masif. Sedangkan untuk penyakit LSD relatif mudah dideteksi, layaknya penyakit cacar pada manusia.

"LSD itu penyakit cacar hewan, tinggal dilihat saja kulit hewan, ada bintik penyakit tidak. Sama halnya seperti manusia, kalau ada bintik-bintik, bisa dipastikan hewan tersebut menderita LSD," ucapnya. Pemerintah daerah menerjunkan tim medis berjumlah 30 orang. Mereka terdiri atas petugas medis dan paramedis kesehatan hewan menjelang momentum Idul Adha.

Tim bertugas melakukan pengawasan terhadap hewan kurban di Kabupaten Bekasi. Ini terutama terkait kelayakan hewan tersebut dijadikan kurban.

"Syarat kurban itu cukup umur dan sehat. Tim akan melakukan pemeriksaan ante mortem di pasar hewan dan lapak-lapak pedagang hewan kurban," ujarnya.

Sementara itu, untuk pemeriksaan post mortem dilakukan saat penyembelihan di masjid-masjid atau tempat lain yang dijadikan lokasi pemotongan hewan. "Tim medis akan terjun langsung pekan kedua bulan Juni," tandasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.