Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jokowi Minta Percepat Groundbreaking Pabrik Baterai EV di Bantaeng

📅 Rabu, 31 Mei 2023, 14:46 WIB | Oleh: Tim Penulis
Jokowi Minta Percepat Groundbreaking Pabrik Baterai EV di Bantaeng Doc: Setkab/BPMI Setpres/Laily Rachev
Ket. Presiden Jokowi saat melakukan groundbreaking pembangunan pabrik baterai kendaraan listrik pertama di Indonesia pada 15 September 2021 di Karawang Jawa Barat.

JAKARTA - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta percepatan realisasi investasi asing dan domestik untuk penciptaan ekosistem industri baterai mobil listrik (electric vehicle/EV) di kawasan industri hijau di Bantaeng, Sulawesi Selatan, dengan target peletakan batu pertama pembangunan atau "groundbreaking" pada September 2023.

"Arahannya kita akan melakukan percepatan karena investasi ini akan dibangun dalam kawasan industri yang green energy, akan memakai tenaga angin di Sulawesi, di Bantaeng," kata Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman ModalBahlil Lahadalia seusai rapat yang dipimpin Presiden Jokowi di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (31/5).

Bahlil mengatakan investasi asing untuk baterai mobil listrik itu berasal dari investor Inggris, yang bekerja sama dengan perusahaan dari Belgia, kemudian dengan BUMN di Indonesia, dan juga dari Swiss.

Selain kawasan industri untuk baterai mobil listrik di Bantaeng, kata Bahlil, pemerintah juga ingin percepatan realisasi investasi tambang nikel di Papua.

Meskipun menginginkan percepatan, Bahlil mengatakan, Presiden meminta semua mekanisme investasi dilakukan sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku.

"Jadi jangan kita lambat hanya dengan kajian terus. Negara ini terlalu banyak kajian sampai prinsip kita, arahan bapak Presiden jelas minta percepatan di bulan September semua sudah selesai. Harus selesai dan harus sudah mulai groundbreaking di lokasinya dan semua sudah clear," kata dia.

Nilai investasi untuk baterai mobil listrik di Bantaeng ini, kata Bahlil, mencapai 9 miliar dolar AS, dengan produksi berupa baterai sel untuk memenuhi permintaan dalam negeri dan ekspor.

"Tahap pertama kurang lebih (produksi) sekitar 20 Giga untuk baterai selnya. Ke depan pasti akan ditingkatkan permintaan dalam negeri maupun untuk ekspor. Ekspor untuk Eropa. Ini kan Inggris, dia akan jadi hub untuk Eropa," ujar Bahlil.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.