Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Evaluasi Penghijauan IKN: Masih Berorientasi Kebun Kayu, Bukan Hutan Hujan Tropis

📅 Rabu, 31 Mei 2023, 12:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
Evaluasi Penghijauan IKN: Masih Berorientasi Kebun Kayu, Bukan Hutan Hujan Tropis Doc: The Conversation/Sekretariat Kabinet
Ket. Presiden Joko Widodo saat meninjau area pembangunan IKN.

Kiswanto, Universitas Mulawarman

Presiden Joko Widodo dalam paparannya tentang Ibu Kota Negara (IKN) baru, Nusantara, pada Oktober 2022 lalu sempat mengatakan:



"Nusantara dibangun dengan konsep kota pintar masa depan berbasis alam dengan 70% area di IKN merupakan area hijau…. kita harapkan nanti menjadi hutan hujan tropis lagi, tropical rainforest lagi di Kalimantan."

Pernyataan Presiden di atas merupakan ambisi yang luar biasa, tapi pelaksanaannya sungguh menantang.

Gagasan IKN sebagai kota hutan atau forest city mengindikasikan bahwa keberadaan ekosistem hijau di dalam sebuah kota bukanlah ruang terbuka hijau biasa.

Forest city memiliki parameter 'hutan hujan tropis' yang tersusun bukan dari satu atau beberapa spesies tumbuhan, melainkan berbagai jenis vegetasi dengan beraneka strata ataupun tutupan yang saling menopang satu sama lain. Ini belum dihitung dengan keanekaragaman famili satwa, mulai dari serangga hingga mamalia kecil di dalamnya.

Nah, untuk mencapai tujuan ini, pemerintah memulai rehabilitasi hutan dan lahan IKN besar-besaran mulai 2022.

Namun, sejauh ini rehabilitasi sudah mencapai 941 ha-angka yang masih jauh panggang dari api. Kebutuhan rehabilitasi hutan untuk seluruh wilayah IKN mencapai 75% (sekitar 192 ribu ha) dari total luas wilayah Nusantara sebesar 256 ribu ha. Otoritas IKN bahkan memprediksi target rehabilitasi (secara luas lahan saja) baru bisa rampung pada 88 tahun kemudian.

Saya bersama tim dari Universitas Mulawarman di Kalimantan Timur dipercaya menjadi tim penyusun rancangan teknis Rencana Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) Nusantara, sekaligus mengawasi pelaksanaannya.

Pelaksanaan rehabilitasi tahun lalu saya anggap sebagai program "Bandung Bondowoso" (merujuk ke cerita rakyat tentang Candi Prambanan). Sebab, dalam waktu yang singkat, sekian hektar lahan sudah tertanami. Namun, masih ada beberapa persoalan krusial di lapangan yang perlu dibenahi.

Jika pola kerja ngebut ini tidak berubah, kita tidak akan menghasilkan hutan hujan di IKN, melainkan hanya kebun kayu dan kebun buah.

Dalam tulisan ini, saya memaparkan evaluasi rehabilitasi hutan di IKN berdasarkan pengamatan di lapangan.

1. Pola tanam masih seragam

Saya dan tim mengamati pola tanam di satu blok penanaman masih seragam. Ada satu blok yang semuanya ditanami meranti. Ada juga satu jalur penanaman yang ditanami tanaman buah sejenis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ada Penambahan Diskotek Baru di Surabaya

59 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.