Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Badan Cuaca PBB Akan Memilih Ketua Baru, 4 Kandidat Bersaing Ketat

📅 Rabu, 31 Mei 2023, 13:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Badan Cuaca PBB Akan Memilih Ketua Baru, 4 Kandidat Bersaing Ketat Doc: SBS
Ket. Sekretaris Jenderal WMO saat ini, Petteri Taalas, dari Finlandia akan mengakhiri masa jabatannya tahun ini.

JENEWA - Organisasi Meteorologi Dunia (WMO) yang memainkan peran penting dalam melacak perubahan iklim, memilih pemimpin baru minggu ini.

Peran organisasi yang berbasis di Jenewa dalam perubahan iklim ini menjadi semakin menonjol. Sekretaris Jenderal WMO yang baru kemungkinan besar akan menjadi advokat terkenal dalam masalah dunia yang mendesak ini.

Empat tokoh senior dari dalam WMO telah mengajukan diri dalam pemungutan suara Kamis (1/6) besok, termasuk dua orang yang akan menjadi wanita pertama yang menjalankan badan PBB untuk cuaca, air dan iklim ini.

Salah satunya adalah orang nomor dua WMO saat ini, Wakil Sekretaris Jenderal Rusia-Swiss Elena Manaenkova; yang lainnya adalah wakil presiden pertama Celeste Saulo, Direktur Badan Meteorologi Nasional Argentina.

Mereka akan menghadapi WMO nomor tiga, Asisten Sekjen Zhang Wenjian. Ia dicalonkan karena Beijing berupaya meningkatkan jumlah orang Tiongkok yang menjalankan badan-badan PBB. Kemudian ada dan Wakil Presiden Kedua Albert Martis dari Curacao.

Sekjen saat ini, Petteri Taalas dari Finlandia, mendekati akhir masa jabatan empat tahun keduanya, dan tidak dapat mencalonkan diri untuk dipilih kembali.

Meningkatkan Respons Iklim

Pemilihan akan mengakhiri Kongres Meteorologi Dunia, majelis umum yang beranggotakan 193 negara bagian dan teritori anggota WMO, yang berlangsung setiap empat tahun.

"Prioritas kongres adalah untuk meningkatkan respons WMO terhadap perubahan iklim, untuk berbuat lebih banyak guna meningkatkan bantuan bagi negara-negara dalam adaptasi iklim," kata juru bicara Clare Nullis kepada wartawan, Selasa (29/5).

"Kita tidak bisa menghentikan cuaca menjadi lebih ekstrem, tapi kita bisa menyelamatkan nyawa."

WMO PBB menyatukan upaya internasional dalam memantau gas rumah kaca, permukaan laut, suhu, pencairan gletser, dan indikator perubahan iklim lainnya.

Kongres, yang dibuka pada 22 Mei dan ditutup pada Jumat mendatang, memutuskan untuk menjadikan kriosfer sebagai prioritas utama, mengingat meningkatnya dampak pencairan es laut, gletser, dan permafrost pada kenaikan permukaan laut.

Ini juga menyetujui inisiatif baru yang bertujuan meningkatkan pemantauan gas rumah kaca global melalui sistem terintegrasi pengamatan berbasis ruang dan permukaan.

Dan diharapkan mendukung rencana untuk memastikan semua orang di planet ini tercakup oleh sistem peringatan dini untuk peristiwa cuaca berbahaya pada akhir 2027.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
Daerah
Karhutla Belum Reda, Tangga...
Luar Negeri
Polandia Ajak NATO Gelar La...
Advertisement
Sempat Anjlok 2,5 Persen, Pelantikan Suahasil Nazara Selamatkan IHSG dari Jurang Merah

Sempat Anjlok 2,5 Persen, Pelantikan Suahasil Nazara Selamatkan IHSG dari Jurang Merah

14 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.