Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kenaikan Tarif Harus Dibarengi Peningkatan Kualitas Layanan

📅 Selasa, 30 Mei 2023, 08:51 WIB | Oleh:
Kenaikan Tarif Harus Dibarengi Peningkatan Kualitas Layanan Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Pemerintah diminta menaikkan tarif angkutan penyeberangan, mengingat harga tiket saat ini di bawah biaya operasional. Meski demikian, jika direstui, kenaikan tarif nantinya perlu diimbangi dengan peningkatan aspek keselamatan dan kelayakan.

Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Tulus Abadi menyampaikan transportasi penyeberangan merupakan angkutan paling rentan kecelakaan sebab dimensi keselamatan di perairan lebih tinggi ketimbang moda transportasi lain.

"Karenanya ini harus menjadi perhatian pemerintah, sebab selama ini tarif angkutan penyeberangan masih di bawah Harga Pokok Produksi (HPP). Untuk itu kenaikan tarif penyebrangan ini harus dipenuhi sebelum tahun depan karena tahun depan merupakan tahun politik," kata Tulus dalam kegiatan Focus Group Discussion Indonesian National Ferryowners Association (INFA) tentang Kajian Tarif Angkutan Penyeberangan Lintas Antarpropinsi di Jakarta, Senin (29/5).

Menurutnya, penyesuaian tarif ini sangat penting, sebab hal tersebut akan berpengaruh kepada kepada pelayanan. Selama ini, lanjutnya, para operator kapal penyeberangan pada seluruh lintasan komersial setiap bulannya harus nombok dan terpaksa harus memangkas sejumlah pos pengeluaran operasional.

"Berdasarkan perhitungan biaya pokok operasional, para pemilik kapal penyeberangan harus menutupi kekurangan biaya pokok hingga 35,4 persen dari beban operasional," katanya.

Pada kesempatan sama, Pengamat transportasi dari Instran, Dharmaningtyas mengusulkan kenaikan tarif sebesar 50 persen lantaran ketentuan saat ini masih jauh dari biaya pokok operasional kapal.

Namun, Dharmaningtyas memperingatkan penyesuaian tarif harus diikuti dengan peningkatan kualitas pelayan angkutan penyeberangan.

Usulan Penyesuaian

Sementara itu, Ketua Umum DPP INFA, JA Barata mengatakan, dengan mempertimbangkan kemampuan daya beli masyarakat dan situasi politik, pihaknya bersama tim mengusulkan penyesuaian tarif sebesar 11 persen.

"Usulan itu disampaikan dengan harapan, pada tahun mendatang ada kenaikan tarif kembali sehingga bisa menutupi kekurangan biaya pokok operasional," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Ekonomi
Busyett…Angka Insentif Pa...

1,46 Juta Batang Rokok Ilegal Dimusnahkan Bea Cukai Aceh

40 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
1,46 Juta Batang Rokok Ileg...
Daerah
Guru Bimbingan dan Konselin...
Advertisement
Busyett…Angka Insentif Pajak Mencapai Rp576 Triliun, Tidak Mubazir?

Busyett…Angka Insentif Pajak Mencapai Rp576 Triliun, Tidak Mubazir?

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.