Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menbud Tekankan Pentingnya Literasi Keris Nusantara

📅 Minggu, 24 Mei 2026, 14:00 WIB | Oleh:
Menbud Tekankan Pentingnya Literasi Keris Nusantara Doc: RRI/Annisa Ramadhannia
Ket. Menteri Kebudayaan Fadli Zon (tengah)

JAKARTA - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon, menekankan pentingnya literasi keris untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap warisan budaya Nusantara. Menurutnya, keris tidak hanya dipandang dari sisi mistis, tetapi juga sebagai karya seni dan ekspresi budaya leluhur bangsa.

Ia mengatakan pandangan masyarakat terhadap keris kerap dikaitkan dengan unsur spiritual atau “isi” yang melekat pada benda tersebut. Karena itu, literasi dinilai menjadi hal vital agar masyarakat memahami keris secara lebih utuh.

"Kalau kita bicara soal keris, pertanyaan pertama pasti adalah ada isinya. Selalu adalah ada isinya. Jadi disitulah kita perlu literasi, literasi sekarang ini," katanya kepada wartawan usai acara Peringatan Hari Keris Nasional, Museum Pusaka TMII, Jakarta Timur, Sabtu (23/5) malam.

Ia menyebut berbagai buku dan siniar tentang perkerisan kini terus berkembang melalui kolaborasi para budayawan dan penulis. Beberapa di antaranya membahas keris Bali, keris Melayu, hingga keris dari Sulawesi.

Menurut dia, pemahaman terhadap keris dapat dilihat melalui dua pendekatan, yakni eksoteris dan esoteris. Pendekatan eksoteris melihat keris dari bentuk, keindahan, dan nilai artistiknya, sedangkan pendekatan esoteris berkaitan dengan nilai spiritual, filosofi.

"Tapi dua hal ini sebetulnya memang tidak bisa dipisahkan antara yang esoteris dan yang eksoteris. Ini merupakan satu perwujudan atau manifestasi dari karya nenek moyang kita yang memadukan berbagai macam ekspresi seni," ucap dia.

Lebih lanjut, kata dia, keris juga memiliki nilai historis karena digunakan oleh banyak tokoh bangsa. Diantaranya seperti Pangeran Diponegoro hingga Jenderal Sudirman.

Ia berharap masyarakat semakin mengapresiasi keris, termasuk karya para empu masa kini. Menurut dia, keris kontemporer juga dapat dipandang sebagai karya seni rupa dengan pencapaian artistik tinggi.

"Sehingga karya dari empu-empu sekarang ini bisa dianggap juga karya seni rupa yang tinggi. Salah satunya dengan pencapaian artistik yang tinggi," ujar dia.

Ia menambahkan perkembangan teknologi dan kemudahan memperoleh bahan baku saat ini semakin mendukung proses pembuatan keris. Menurut dia, kondisi tersebut memungkinkan para empu menghasilkan karya keris yang inovatif dan berkualitas tinggi.

Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI) berupaya untuk melakukan pembinaan kepada para pedagang keris. Hal ini dilakukan guna meningkatkan tata kelola perdagangan yang lebih baik dan profesional.

"Kami membina para pedagang. Bagaimana manajemen dan tata kelola perdagangan itu bisa ditata dengan baik," kata Sekretaris Jenderal Sekretariat Nasional Perkerisan Indonesia (SNKI), Basuki Teguh Yuwono, kepada wartawan usai acara Peringatan Hari Keris Nasional, Museum Pusaka TMII, Jakarta Timur, Sabtu malam.

Ia menjelaskan pembinaan tersebut mencakup manajemen perdagangan, tata kelola pemasaran, hingga penerapan kode etik dalam bursa keris. Menurut dia, langkah itu penting untuk menjaga nilai budaya sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap perdagangan keris.

Ia mengatakan SNKI juga terus membangun semangat pelestarian budaya perkerisan melalui berbagai komunitas dan paguyuban di daerah. "Upaya tersebut dilakukan bersama sejumlah pegiat keris yang aktif mengembangkan komunitas perkerisan di berbagai wilayah," ucap dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Serius Ada Cadangan Beras 4,8 Juta Ton? Kok Beras Tetap Mahal

48 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...

Kasus Kapal Virgo, Empat Tersangka Ditetapkan

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasus Kapal Virgo, Empat Te...
Advertisement
Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.