Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang

📅 Minggu, 28 Mei 2023, 15:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Seperti yang dikatakan oleh kolega saya, Courtney Plante: "Bagi kebanyakan orang, dehidrasi, kesulitan merasakan atau melihat, kepanasan dan kecanggungan adalah situasi yang tidak kondusif untuk berhubungan seksual. Bagi kebanyakan orang - termasuk komunitas furry - ini bukanlah kondisi yang membuat mereka bergairah."

Apakah komunitas furry pergi ke perkumpulan untuk berhubungan seks?

Ya, semua orang kerap menghadiri konferensi maupun perkumpulan; terkadang mereka berhubungan seks di sana. Hal yang sama juga terjadi pada para furry. Manusia dapat merasakan ketertarikan intim saat mereka berkumpul, tapi biasanya itu bukan alasan mereka melakukan aktivitas atau menghadiri acara tersebut.

Meskipun seks tentu saja dapat menjadi bagian dari fandom furry, mayoritas dari mereka termotivasi oleh alasan kepemilikan sosial, bukan motivasi seksual. Dengan kata lain, jika kamu menghapus semua konten seksual, fandom furry akan masih tetap ada.

Apakah furry adalah sebuah orientasi seksual?

Bukan. Ini adalah sebuah fandom. Namun, perlu dicatat bahwa ada banyak status yang terpinggirkan di dalam komunitas furry. Berdasarkan penelitian, kami menemukan lebih dari 70% kaum furry mengidentifikasi diri sebagai LGBTQ+ dan lebih dari 25% memiliki identitas gender yang beragam.

Komunitas furry yang mengalami perundungan jumlahnya hampir dua kali lipat lebih tinggi daripada non-furry, dan penelitian kami berikutnya mengindikasikan bahwa 4% hingga 15% dari mereka berada dalam spektrum autisme.

Terlepas dari faktor-faktor ini dan ada beberapa orang yang merasa takut dikucilkan karena ketertarikan mereka dengan furry, kesejahteraan, harga diri, kepuasan hidup, kualitas hubungan, dan kebahagiaan para furry sama saja dengan non-furry.

Kesimpulannya

Furry adalah sebuah fandom, seperti halnya anime, Star Trek, atau sepak bola. Mereka menikmati ikatan dengan orang lain yang memiliki kegemaran yang sama atas dengan mereka.

Fandom menyediakan jaringan sosial bagi para anggotanya dan furry bisa mendapatkan banyak manfaat dari pertemanan ini. Bagi banyak kaum furry, sifat inklusif dari fandom furry bisa menjadi tempat yang aman bagi untuk dapat menjadi diri mereka sendiri.

Demetrius Adyatma Pangestu dari Universitas Bina Nusantara menerjemahkan artikel ini dari bahasa InggrisThe Conversation

Sharon E. Roberts, Associate Professor, Social Development Studies, University of Waterloo

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Senin, Samsat Keliling Siap...
Nasional
Bapanas Perkuat Gerakan Sel...

Peluang Melemah Terbuka, 22 Juni 2026

1.5 jam yang lalu | Rizky

Ekonomi
Peluang Melemah Terbuka, 22...
Pelari dari 17 Negara Ramaikan Mandiri Jogja Marathon 2026

Pelari dari 17 Negara Ramaikan Mandiri Jogja Marathon 2026

22 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.