Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

“Stunting' Kendala Lahirkan Generasi Emas

📅 Jumat, 26 Mei 2023, 05:23 WIB | Oleh:
“Stunting' Kendala Lahirkan Generasi Emas Doc: ISTIMEWA
Ket. Plt Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta, Rizky Hamid

JAKARTA - Isu-isu kekerdilan atau stunting dapat menjadi penghalang persiapan Generasi Emas Indonesia. Hal ini mengemuka dalam webinar bertema "Mempersiapkan Generasi Emas" yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta, Kamis (25/5).

Karena dapat menjadi kendala menyiapkan generasi emas, maka stunting harus dicegah. Maka, webinar dalam rangka kegiatan pelaksanaan fasilitasi, pembimbingan, pengembangan dan penguatan penyiapan pengasuhan 1.000 Hari Pertama Kelahiran (HPK). Webinar diikuti 100 peserta dari unsur perangkat daerah, pengurus dan kader Tim Penggerak PKK, Dasawisma, kader Poktan, Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa, pengelola RPTRA, kader Posyandu, dan Keluarga Balita.

Materi webinar adalah Stimulasi Perkembangan Anak dalam Masa 1.000 HPK dan Pentingnya Pemenuhan Nutrisi dalam 1.000 HPK. Plt Kepala Dinas PPAPP DKI Jakarta, Rizky Hamid mengatakan, maksud webinar Mempersiapkan Generasi Emas ini untuk mengidentifikasi risiko terjadinya stunting kelompok sasaran.

Selain itu, memberi informasi penyebab risiko terjadinya stunting kelompok sasaran sebagai upaya pencegahan dan memperbaiki tata laksana kasus serupa. Rizky menjelaskan, isu stunting atau gizi buruk kronis mendapat perhatian serius sehingga menjadi program prioritas nasional.

Saat ini pemerintah terus menurunkan angka prevalensi stunting, kondisi gagal tumbuh balita yang diakibatkan kekurangan gizi kronis 1.000 HPK. Dia menyampaikan, Dinas PPAPP DKI Jakarta mengambil peran melaksanakan tugas pemberdayaan keluarga melalui penyediaan data, pelayanan keluarga berencana, promosi serta Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE).

"Dinas PPAPP juga melakukan pendampingan keluarga secara digital terhadap ibu hamil, pascamelahirkan, dan keluarga balita," urai Rizky dikutip jakartagoid. Pemprov telah membentuk Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS).

Upaya percepatan pencegahan stunting, hanya efektif apabila dilakukan secara terpadu dan lintas sektor. Ini untuk memastikan tersedianya layanan intervensi gizi spesifik kepada keluarga sasaran prioritas. Juga intervensi gizi sensitif untuk semua kelompok masyarakat, terutama yang miskin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.