Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sektor Transportasi Diperkirakan Gagal Capai Target Iklim Paris

📅 Jumat, 26 Mei 2023, 01:00 WIB | Oleh:
Sektor Transportasi Diperkirakan Gagal Capai Target Iklim Paris Doc: ANTARA/ FAKHRI HERMANSYAH
Ket. Deretan mobil terparkir di pabrik otomotif, Bojongmangu, Bekasi, Jabar, beberapa waktu lalu. Forum Transportasi Internasional memperingatkan, Rabu (24/5). Sektor transportasi global akan gagal memenuhi target pengurangan emisi gas rumah kaca.

BERLIN - Sektor transportasi global akan gagal memenuhi target pengurangan emisi gas rumah kaca dan mitigasi perubahan iklim, Forum Transportasi Internasional (ITF) memperingatkan pada Rabu (24/5).

Pada pembukaan KTT tahunannya di Leipzig, Jerman, ITF mengatakan bahwa sektor transportasi akan melewatkan banyak pengurangan yang diperlukan untuk menjaga agar perubahan iklim tetap terkendali.

ITF dalam laporan tahunannya mengatakan langkah-langkah dekarbonisasi yang sedang dilakukan saat ini hanya akan mengurangi emisi CO2 terkait transportasi global sebesar tiga persen pada 2050.

Seperti dikutip dari Antara, untuk memenuhi target net zero Perjanjian Paris pada tahun 2050, emisi CO2 terkait transportasi harus turun setidaknya tiga persen setiap tahun hingga tahun 2030.

"Akan sangat penting untuk secara cepat meningkatkan teknologi dan bahan bakar yang kompetitif untuk memindahkan orang dan barang dengan emisi yang jauh lebih sedikit," kata Sekretaris Jenderal ITF, Young Tae Kim.

Meskipun sektor transportasi tidak berada di jalur yang tepat untuk mencapai target net zero, transportasi global masih dapat mengurangi emisi CO2 sekitar 80 persen dibandingkan tingkat tahun 2019 selama 25 tahun ke depan jika dekarbonisasi dipercepat.

Kombinasi Kebijakan

Mencapai tujuan ambisius ini akan memerlukan kombinasi kebijakan pelengkap untuk menghindari aktivitas transportasi yang tidak perlu, peralihan ke moda transportasi bebas CO2, dan peningkatan efisiensi transportasi. "Kita bisa melakukan semua ini jika kita mengambil tindakan yang lebih tegas sekarang."

Meskipun mempercepat transisi ke transportasi rendah atau nol karbon akan membutuhkan investasi yang signifikan, hal itu tetap akan mencapai lima persen lebih rendah dari biaya kebijakan saat ini, menurut proyeksi ITF.

Karena konsekuensi perubahan iklim, Jerman sendiri menderita setidaknya 145 miliar euro (156,6 miliar dollar AS) kerusakan antara tahun 2000 dan 2021, menurut sebuah studi baru-baru ini yang ditugaskan oleh pemerintah negara tersebut. Pada tahun 2050, angka ini bisa mencapai 900 miliar euro lebih tinggi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Daerah
Pemprov Jawa Timur Catat Po...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.