Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Investor Asing Terancam Tak Dapat Insentif

📅 Kamis, 25 Mei 2023, 09:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
Investor Asing Terancam Tak Dapat Insentif Doc: ISTIMEWA
Ket. Menteri Inves­tasi/ Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia

JAKARTA - Menteri Investasi/ Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengancam akan mengurangi pemberian insentif jika para investor menyalurkan dananya ke Indonesia lewat negara perantara atau negara ketiga.

"Saya tahu ini, sebagian uang Tiongkok masuk lewat Singapura dulu baru masuk Indonesia. Nanti ke depan kalo tidak ada yang masuk langsung, insentifnya tidak akan kita berikan secara maksimal," ucap Menteri Bahlil usai menghadiri acara Indonesia-China Smart City Technology and Investment EXPO 2023 di Jakarta, Rabu (24/5).

Menteri Bahlil menuturkan nilai realisasi investasi Indonesia pada 2022 melebihi target dari 1.200 triliun rupiah menjadi 1.207 triliun rupiah. Posisi investasi pertama ditempati oleh Singapura dan kedua adalah Tiongkok.

Namun, dia meyakini dana investasi yang berasal dari Singapura tersebut sebagian besarnya berasal dari investor asal Tiongkok. Kinerja perekonomian Indonesia, lanjutnya, tumbuh positif di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Pada 2022, ekonomi Indonesia masih tumbuh 5,31 persen dengan inflasi di bawah 6 persen dan menjadi salah satu pertumbuhan ekonomi terbaik diantara negara-negara G20. Kinerja positif berlanjut pada kuartal pertama 2023, dengan jumlah pertumbuhan 5,3 persen dengan inflasi di bawah 5 persen.

Begitu juga dengan neraca perdagangan antara China dengan Indonesia yang pada 2016-2108 defisit hingga 17-18 miliar dollar AS. Kemudian, melalui kebijakan hilirisasi seperti nikel, neraca perdagangan antara Tiongkok dan Indonesia membaik dan hanya menyisakan defisit 1,8 miliar dollar AS pada 2022.

Tingkatkan Kemitraan

Karena itu, Bahlil menginginkan hubungan ratusan tahun yang telah terjalin antara Tiongkok dan Indonesia bisa lebih ditingkatkan dalam bentuk kolaborasi guna meningkatkan investasi. Lebih lanjut, dia memaparkan arah kebijakan Indonesia ke depan adalah hilirisasi. Hal itu disebabkan nilai porsi Penanaman Modal Asing mendominasi pada realisasi investasi Indonesia pada 2022 dengan 53,4 persen.

Melalui hilirisasi nikel yang terus dimasifkan, nilai ekspor Indonesia pun turut bertambah hingga 10 kali lipat. Pada 2018, nilai ekspor hanya 3,3 miliar dollar AS. Namun, begitu Indonesia memberhentikan ekspor nikel, nilai ekspor Indonesia mencapai 30 miliar dollar AS. Salah satu negara yang memetik untung dari peningkatan nilai ekspor itu adalah Tiongkok.

"Jadi Indonesia itu seperti gadis cantik yang memang dilirik oleh hampir semua investor yang ada di dunia. Tidak ada negara di Asia Tenggara yang pertumbuhan investasinya sebaik Indonesia selain Singapura," tutur dia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Olahraga
Crysencio Summerville
Megapolitan
BMKG Prakirakan Jakarta Ber...

Gelombang Panas Eropa: Menara Eiffel Ditutup Sementara

1 jam lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Gelombang Panas Eropa: Mena...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.