Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Studi: Ekosistem Pesisir Penyerap Gas Rumah Kaca yang Baik

📅 Rabu, 24 Mei 2023, 01:00 WIB | Oleh:
Studi: Ekosistem Pesisir Penyerap Gas Rumah Kaca yang Baik Doc: ISTIMEWA
Ket. Hutan mangrove yang direstorasi di Koh Chang, Thailand penyerap gas pesisir terkuat ada di Asia Tenggara.

LISMORE - Penelitian terbaru yang dipublikasikan Senin (22/5) menunjukkan vegetasi pesisir dan muara secara kolektif merupakan penyerap gas rumah kaca untuk karbon dioksida yang baik. Namun, emisi metana dan dinitrogen oksida menetralkan sebagian serapan tersebut.

Dikutip dari Radio Free Asia, para peneliti internasional mengamati muara- sistem/delta pasang pasang surut, laguna, dan vegetasi pesisir di sekitarnya, termasuk hutan bakau, rawa asin, dan lamun bawah air.

"Ekosistem pesisir tersebut melepaskan atau menyerap karbon dioksida (CO2), metana (CH4), dan dinitrogen oksida (N2O). Para peneliti menemukan efek bersih dari ekosistem ini dalam mengimbangi gas rumah kaca (GRK)," kata laporan yang diterbitkan di jurnal Nature Climate Change.

Menurut Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim PBB, GRK utama yang dipancarkan oleh aktivitas manusia secara global pada tahun 2019 meliputi 75 persen CO2, 18 perseb CH4, dan 4 persen N2O.

"Memahami bagaimana dan di mana gas rumah kaca dilepaskan dan diserap di ekosistem pesisir merupakan langkah pertama yang penting untuk menerapkan strategi penanggulangan iklim yang efektif," kata ketua peneliti dari Southern Cross University di Australia, Judith Rosentreter.

"Misalnya, melindungi dan memulihkan habitat bakau dan rawa asin adalah strategi yang menjanjikan untuk memperkuat serapan CO2 oleh lahan basah pesisir ini," ujarnya.

Data Pengamatan

Para peneliti melihat kumpulan data pengamatan di 738 situs pesisir dari penelitian yang diterbitkan antara 1975 dan akhir 2020 untuk mengukur fluks CO2, metana, dan N2O di muara dan vegetasi pantai di 10 wilayah dunia, termasuk Asia Timur dan Tenggara.

Mereka menunjukkan serapan CO2-equivalent (CO2e) oleh vegetasi pantai menurun sebesar 23-27 persen karena penarikan CO2e lebih banyak, sementara total emisi CH4 dan N2O pesisir menurunkan penyerapan CO2 pesisir sebesar 9-20 persen.

Rosentreter mengatakan, lahan basah pesisir, seperti hutan bakau, rawa garam pesisir, dan lamun, merilis setidaknya tiga kali lebih banyak CH4 daripada semua muara di seluruh dunia.

Lahan basah pesisir, yang dikenal sebagai lahan basah "karbon biru", menyerap CO2 dan sebagian N2O, menjadikan penyerap bersih untuk gas rumah kaca jika ketiganya dianggap.

Wilayah pesisir di seluruh dunia memiliki karakteristik yang unik, seperti iklim, hidrologi, dan perbudakan, yang memengaruhi emisi atau penyerapan GRK.

Para peneliti mengatakan meminimalkan dampak manusia, seperti mengurangi masukan nutrisi, bahan organik, dan air limbah ke saluran air pesisir, dapat menurunkan racun CH4 dan N2O ke atmosfer.

"Dalam studi baru kami, kami menunjukkan bahwa ketika kami mempertimbangkan ketiga gas rumah kaca (CO2 + CH4 + N2O), delapan dari 10 wilayah dunia adalah jaring penyerap gas rumah kaca pesisir," kata Rosentreter.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Liga Arab Kukuhkan Nabil Fahmy sebagai Sekjen

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Liga Arab Kukuhkan Nabil Fa...
Luar Negeri
Pemimpin Korut Bertekad Per...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.