Nyeri Lutut Bisa Diatasi Tanpa Operasi
📅 Rabu, 24 Mei 2023, 19:41 WIB | Oleh: Haryo BronoUSG saat ini tidak hanya digunakan untuk pemeriksaan kehamilan saja, namun dapat untuk memeriksa kondisi lutut. USG memiliki kelebihan yaitu tidak memerlukan ruang khusus, tidak ada radiasi, dapat dilakukan pada saat pasien ketemu dengan dokter sehingga kondisi yang diperiksa real saat itu juga, serta dapat membantu mengarahkan dalam melakukan tindakan seperti injeksi.
Tatalaksana yang tepat bergantung pada pemeriksaan dan kondisi pasien. Bila cedera dalam fase radang akut, maka harus dikurangi peradangannya. Bila peradangan sudah tidak akut, dapat dilakukan tindakan regenerasi, yaitu tindakan untuk mempercepat penyembuhan jaringan.
"Proses penyembuhan dapat dipercepat dengan terapi misalnya terapi shockwave dan laser, atau dengan Perineural Injection Treatment, tindakan berupa pemberian gula khusus (dextrose) untuk menangani cedera maupun mengatasi nyeri, secretom (cairan yang diekstrak dari stem cell), Platelet Rich Plasma (faktor pertumbuhan yang diambil dari darah) atau pun dari sel punca (stem cell)," kata dr. Ferius.
Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik Klinik Flex Free dr. Reggy Trialetta Injo, Sp.KFR menjelaskan bertambahnya usia merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari, semua makhluk hidup akan bertambah usia seiring berjalannya waktu. Proses penuaan menyebabkan terjadinya berbagai proses degeneratif di tubuh, termasuk sendi lutut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penyakit degeneratif pada sendi disebut osteoarthritis (OA), yang dikenal luas pada masyarakat dengan sebutan pengapuran sendi. OA merupakan suatu kondisi yang sangat sering ditemukan pada usia lanjut. OA merupakan tipe arthritis yang terbanyak, dengan angka kejadian kasus OA lutut sebesar 240 per 100.000 orang tiap tahun.
Prevalensi Meningkat Seiring Usia
Prevalensi osteoartritis di Indonesia meningkat seiring dengan usia. Prevalensi sebesar 5 persen terjadi pada individu berusia lebih kecil dari 40 tahun, 30 persen pada usia 40 - 60 tahun, dan 65 persen pada usia lebih besar dari 61 tahun.
Sebaiknya Anda baca juga:
Prevalensi OA lutut sebesar 15,5 persen pada laki-laki dan 12,7 persen pada perempuan. Faktor risiko OA diantaranya adalah usia, jenis kelamin, genetik, aktivitas fisik, obesitas, trauma. OA merupakan suatu penyakit yang sangat membebani kualitas hidup penderitanya, dan dapat menyebabkan disabilitas.
"Pada OA terjadi kerusakan pada sendi secara menyeluruh, dapat melibatkan tulang rawan sendi, bantalan sendi (meniscus), ligamen dan tulang itu sendiri," terang dr. Reggy.
Proses tatalaksana yang tepat merupakan suatu hal yang sangat penting, dimulai dari tanya jawab, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang (X Ray, MRI, USG) dan terapi yang diberikan. USG lutut dilakukan untuk melihat struktur-struktur di lutut yang tidak dapat terlihat pada X Ray, dan tentunya dari segi biaya lebih murah bila dibandingkan dengan MRI.
Pemeriksaan USG merupakan sesuatu yang aman dan mempunyai kelebihan dibanding yang lainnya karena pemeriksaan USG merupakan suatu pemeriksaan real time dan dapat melakukan pemeriksaan dinamis, dimana struktur yang diperiksa dapat digerakkan untuk melihat suatu kelainan dengan lebih jelas. USG juga dapat membantu dalam melakukan terapi injeksi, agar pemberian injeksi tepat pada sasaran.
"OA tidak dapat disembuhkan, namun keluhan OA dapat dikontrol sehingga penderita dapat beraktivitas dan melakukan kegiatan sehari-hari tanpa merasakan nyeri. Tatalaksana yang diberikan akan disesuaikan dengan kondisi pasien, tidak semua pasien dengan OA mendapat terapi yang sama," katanya.
Secara garis besar, terapi yang diberikan bertujuan untuk mengurangi nyeri dan peradangan dengan menggunakan berbagai modalitas fisik, mempercepat regenerasi jaringan dengan modalitas fisik dan terapi regeneratif seperti Prolotherapy, Platelet Rich Plasma, ataupun Secretom. Tujuan dari terapi pada OA adalah untuk mengurangi nyeri dan mencegah perburukan penyakit agar pasien memiliki kualitas hidup yang baik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!