Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dinpertan Purbalingga Minta Petani Antisipasi kekeringan

📅 Selasa, 23 Mei 2023, 16:06 WIB | Oleh:
Dinpertan Purbalingga Minta Petani Antisipasi kekeringan Doc: ANTARA/Sumarwoto
Ket. Area persawahan di Desa Limbasari, Kecamatan Bobotsari, Kabupaten Purbalingga.

PURBALINGGA - Dinas Pertanian (Dinpertan) Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, mengimbau petani di wilayah itu untuk mewaspadai dampak kekeringan terhadap sektor pertanian pada musim kemarau 2023 yang riskan mengakibatkan gagal panen.

"BMKG memprediksi kemarau yang akan terjadi mulai pertengahan Juni, dapat menimbulkan potensi kekurangan air atau kekeringan lahan pertanian," kata Kepala Dinpertan Kabupaten Purbalingga Mukodam di Purbalingga, Selasa.

Berdasarkan data, lahan pertanian yang berpotensi mengalami kekurangan air di Kecamatan Kemangkon dengan luasan lahan mencapai kisaran 300 hektare atau 13 persen dari total luas lahan pertanian 2.200 hektare.

Menurut dia, kondisi kekurangan air tersebut juga dimungkinkan dapat terjadi di Kecamatan Kaligondang, khususnya Desa Penolih, Cilapar, dan Tejasari dengan luas lahan sekitar 90 hektare.

"Langkah antisipasi yang kami siapkan adalah sosialisasi penghematan pemakaian air irigasi untuk pertanian dan pemeliharaan jaringan irigasi untuk meminimalisasi kebocoran air irigasi," ujarnya.

Selain itu, pihaknya menyiapkan bantuan pompanisasi berupa pinjaman pompa air dari Brigade Alat dan Mesin Pertanian (Alistan) Dinpertan Kabupaten Purbalingga serta batuan bahan bakar minyak (BBM) untuk pompanisasi.

Ia mengatakan sosialisasi kepada para petani terkait dengan antisipasi dampak kekeringan pada musim kemarau 2023 sudah mulai dilaksanakan.

Menurut dia, sosialisasi tersebut dilakukan mengingat potensi dampak kekeringan bagi tanaman padi yang saat ini sedang tumbuh adalah terhambatpertumbuhan dan bisa sampai kering atau puso jika tidak mendapat air sama sekali.

"Oleh karena itu, kami siapkan antisipasi dengan pompanisasi agar tanah dapat tetap terjaga cukup basah, tidak harus tergenang," ujarnya.

Mukodam mengatakan langkah antisipasi lainnya berupa penyediaan program Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) yang tahun ini untuk sementara disiapkan bagi lebih dari 1.500 hektare sawah secara gratis.

Dalam hal ini, kata dia, petani tidak perlu membayar premi karena telah ditanggung oleh pemerintah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ada Penambahan Diskotek Baru di Surabaya

1.5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Eri Cahyadi Tegaskan Tak Ad...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.