Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Jejak Awal Penjelajahan Prancis di New Zealand

📅 Senin, 22 Mei 2023, 06:10 WIB | Oleh:

Terlepas dari pengalaman ini, de Surville mengandalkan teknik navigasi yang lebih tua seperti perhitungan untuk menemukan garis bujur, St Jean Baptiste segera menemukan dirinya terhenti setelah memasuki Pasifik melalui Selat Malaka dan Filipina dan membuat kemajuan lambat ke Kepulauan Solomon, melakukan pendaratan di Pulau Choiseul pada 7 Oktober 1769.

Pada tahap pelayaran St Jean Baptiste ini, 200 awak kapal, yang mengharapkan pelayaran perdagangan ke Tiongkok, terserang penyakit kudis dan ketegangan pecah dengan penduduk asli. Sebuah regu pendaratan, yang dipimpin oleh orang kedua de Surville, disergap saat mereka mencari makanan dan air segar, dengan satu awak dan beberapa penduduk pulau tewas.

Karena kapal Jean Baptiste telah bocor di laut lepas, dan karena takut akan pembalasan lokal lebih lanjut, de Surville meninggalkan Kepulauan Solomon dan menuju ke selatan untuk mencari perbekalan di New Zealand sebelum melanjutkan ke Pulau Davis.

Setelah kehilangan 34 awak karena penyakit kudis, de Surville menggunakan laporan dan peta Tasman dan berlayar dengan memperhitungkan paralel ke-35. Ia melihat pantai New Zealand tepat di selatan Hokianga pada 12 Desember 1769.

Paul-Antoine Leonard de Villefeix (1728-1780), seorang pendeta Dominikan Prancis di kapal St Jean Baptiste, kemungkinan besar memberi misa Katolik pertama di New Zealand ketika de Surville dan krunya menghabiskan Hari Natal di teluk.

Kapal penjelajah Prancis itu kemudian berlayar pada 31 Desember 1769, di tengah cuaca yang tidak bersahabat dan hubungan dengan Maori memburuk. De Surville akhirnya memutuskan untuk menuju Amerika selatan demi melakukan pencarian Pulau Davis lagi.

Alih-alih berlayar ke California dan kemudian turun ke Amerika selatan, de Surville mencoba melakukan penyeberangan trans-Pasifik, perjalanan melelahkan yang memakan waktu lebih dari tiga bulan. Dalam pelayaran ini, sekali lagi penyakit kudis kembali menyerang para kru. hay/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Ekonomi
BNI Private Dinobatkan seba...
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.