Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Utang Global Melonjak Menjadi US$ 305 Triliun

📅 Jumat, 19 Mei 2023, 01:03 WIB | Oleh:
Utang Global Melonjak Menjadi US$ 305 Triliun Doc: Sumber: IIF - KJ/ones

NEW YORK - Kelompok perdagangan jasa keuangan, Institute of International Finance (IIF) menyebutkan utang di seluruh dunia naik pada kuartal pertama 2023 menjadi hampir 305 triliun dollar AS. Lonjakan tersebut akan meningkatkan biaya untuk membayar utang, sehingga memicu kekhawatiran tentang leverage (penggunaan dana yang bersumber dari utang) sistem keuangan.

Menurut IIF, utang global naik 8,3 triliun dollar AS dalam tiga bulan pertama tahun ini dibandingkan dengan akhir tahun 2022, tertinggi sejak kuartal pertama tahun 2022 dan tertinggi kedua secara kuartalan yang pernah ada.

"Utang global sekarang 45 triliun dollar AS lebih tinggi dari tingkat sebelum pandemi dan diperkirakan terus meningkat dengan cepat," kata IIF dalam Global Debt Monitor triwulanannya.

Setelah mencapai puncak mendekati 360 persen pada 2021, rasio utang terhadap output telah stabil di sekitar 335 persen, di atas tingkat sebelum pandemi. Populasi yang menua dan meningkatnya biaya perawatan kesehatan terus menekan pengeluaran pemerintah.

"Sementara ketegangan geopolitik yang meningkat juga diperkirakan akan mendorong peningkatan lebih lanjut dalam pengeluaran pertahanan nasional dalam jangka menengah," tulis para peneliti IIF seperti dikutip dari Antara.

Mengingat peran sentral bank regional dalam intermediasi kredit di AS, kekhawatiran tentang posisi likuiditas mereka dapat mengakibatkan kontraksi tajam dalam pemberian pinjaman ke beberapa segmen.

"Shadow Banking"

IIF juga mencatat pertumbuhan shadow banking atau intermediasi kredit dari keuangan non-bank.

"Bank-bank bayangan sekarang menguasai lebih dari 14 persen pasar keuangan, dengan sebagian besar pertumbuhan berasal dari ekspansi cepat dana investasi AS dan pasar utang swasta," sebut IIF.

Secara khusus, laporan tersebut menyebutkan sebagian besar utang korporasi dipegang oleh perusahaan asuransi jiwa, yang meningkatkan kekhawatiran atas peningkatan eksposur mereka terhadap aset yang kurang likuid.

Laporan tersebut menunjukkan 75 persen dari pasar negara berkembang (Emerging Market/EM) melihat peningkatan tingkat utang dalam dollar AS pada kuartal pertama, dengan angka keseluruhan melewati lebih dari 100 triliun dollar AS untuk pertama kalinya.

Data menunjukkan, Tiongkok, Meksiko, Brasil, India, dan Turki membukukan kenaikan terbesar.

Pakar ekonomi dari Universitas Surabaya (Ubaya), Bambang Budiarto, mengatakan utang global yang cukup tinggi di kuartal pertama mengindikasikan negara-negara masih terbelit dengan sejumlah masalah seperti krisis keuangan, upaya merangsang pertumbuhan yang butuh pembiayaan, dan investasi infrastruktur, serta kebijakan moneter yang membutuhkan pembiayaan.

"Kenaikan utang juga dipicu defisit anggaran, krisis kesehatan atau bencana alam, dan perubahan struktural dalam ekonomi global," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

48 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
Luar Negeri
Presiden Marcos Jr Desak Pa...
Luar Negeri
Thaksin Shinawatra Diberi P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.