Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Jika Akar Masalah Tidak Dibenahi, di 2045 Ekonomi RI Tumbuh Tidak Lebih dari 3 Persen

📅 Jumat, 19 Mei 2023, 01:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Jika Akar Masalah Tidak Dibenahi, di 2045 Ekonomi RI Tumbuh Tidak Lebih dari 3 Persen Doc: ANTARA/DEDHEZ ANGGARA
Ket. PEMBANGUNAN DIMULAI DARI DESA I Perangkat desa menunjukkan instalasi pembangkit listrik tenaga angin di Desa Sindang, Indramayu, Jawa Barat, belum lama ini. Sudah seharusnya, pemerintah mendorong desa-desa di seluruh Indonesia untuk berinovasi membangun desanya karena pembangunan harus dimulai dari desa.

» Tiongkok bisa jadi contoh yang baik bagi negara Asia Tenggara dalam memberantas kronisme yang menghancurkan negara.

» Keputusan direksi Telkomsel membeli saham GOTO perlu dipertanyakan, apakah karena murni hasil riset atau ada tekanan dari penguasa.

JAKARTA - Indonesia harus membangun sektor riil dan mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk bisa keluar dari jebakan negara berpenghasilan menengah ke bawah. Kalau tidak, di 2045, di perayaan 100 tahun Indonesia Merdeka, kita bisa menjadi negara terbelakang dengan pertumbuhan ekonomi tidak lebih 3 persen.

Selain membangun sektor riil dan UMKM, tiga akar masalah yang membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia tertinggal dibanding negara-negara Assia Tenggara lainnya seperti Singapura, Malaysia, Thailand, bahkan juga dengan Vietnam juga harus diselesaikan.

Ketiga akar masalah tersebut adalahkebijakan BI dan OJK yang membiarkan pemberian kredit terkonsentrasi untuk kroni yang menciptakan bubble property, tidak memoratorium pembayaran bunga obligasi rekap yang harus dibayar hingga 2043, dan terus memelihara kroni kapitalisme dari rezim ke rezim.

"Bisa tahan gak kita dengan tumbuh maksimal tiga persen. Ini negara sedang berkembang lho, bukan negara maju koq pertumbuhan ekonominya segitu. Dan bisa jadi jumlah pengangguran kita bisa di atas 50 juta di 2045 nanti,' kata Direktur Swara Nusa Institute, Iranda Yudhatama ketika dihubungi di di Jakarta, Kamis (18/5).

Menurutnya, jumlah penduduk usia produktif yang saat ini melimpah, di 2045 nanti akan menurun. Tren di dunia juga seperti itu. Bahkan di Tiongkok penurunannya lebih cepat lagi. Diramalkan pada 2050 penduduk Tiongkok berkurang separuh, selain karena tingkat kelahiran yang rendah, juga sebelumnya ada dugaan penggelembungan jumlah penduduk.

Bisa dibayangkan bagaimana pertumbuhan ekonomi RI jika penduduk usia produktif di 2045 menurun tajam. Saat ini, saat RI mengalami bonus demografi, dari konsumsi saja, penduduk usia produktif memberi kontribusi sekitar dua persen pertumbuhan nasional. "Kalau sekarang pertumbuhan kita sekitar lima persen, tanpa penduduk usia produktif, pertumbuhan ekonomi nasional tinggal kurang dari tiga persen," katanya.

Menurutnya, pemerintahan sekarang juga harus bertanggung jawab terhadap kondisi ini. "Mereka tidak bisa lepas tanggung jawab. Tidak bisa bilang itu bukan tanggung jawab saya karena mereka tidak membasmi akar masalahnya," katanya.

Iranda jua menyinggung soal demokrasi prosedural dan elektoral berbiaya tinggi hanya menghasilkan praktik oligarki, korupsi, dan kolusi. Sudah saatnya, praktik tersebut diakhiri dan digantikan dengan demokrasi substantif dan deliberatif yang memberikan hak rakyat dalam bersuara (voice) bukan sekadar vote.

Berbalik Jadi Beban Negara

Peneliti Pusat Riset dan Pengabdian Masyarakat (PRPM) Institut Shanti Bhuana - Bengkayang, Kalimantan Barat, Siprianus Jewarut mengatakan, bonus demografi yang menguntungkan Indonesia karena banyaknya penduduk usia produktif bisa berbalik jadi beban negara yang berkepanjangan, kalau semua komponen bangsa tidak bersama-sama mencabut akar masalah bangsa, yaitu kronisme yang selama ini menghisap habis kekayaan negara.

"Praktik kroni dan oligarki di Indonesia masih merajalela dan masuk ke setiap sektor vital pada lembaga negara. Mereka bahkan bisa membeli aparat penegak hukum, sehingga praktik-praktik perburuan rente (rent seeking) yang dijalankan praktis sama sekali tidak tersentuh sekalipun itu menabrak berbagai aturan," kata Siprianus.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

29 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Laga Generasi Baru Menuju F...

Tim Piala Dunia, Mampukan Brasil Juara Keenam Kalinya?

41 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.