Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gulat Torehkan Prestasi Maksimal di SEA Games 2023

📅 Kamis, 18 Mei 2023, 21:16 WIB | Oleh:
Gulat Torehkan Prestasi Maksimal di SEA Games 2023 Doc: ANTARA/RAUF ADIPATI
Ket. Pelatih kepala tim gulat Indonesia Maurice Sihombing berpose setelah mengikuti upacara penyambutan atlet SEA Games di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (17/5).

JAKARTA - Tim gulat Indonesia menorehkan prestasi maksimal pada SEA Games 2023, dengan memenangi enam medali emas, enam medali perak, dan dua medali perunggu.

Catatan itu merupakan kenaikan pesat dibanding SEA Games 2021, ketika Indonesia hanya mendapatkan dua medali perak dan satu medali perunggu.

"Untuk SEA Games Kamboja, kita dikasih waktu sampai dengan tiga bulan, kemudian kita adakan latihan di Indonesia satu bulan, kemudian training camp di Korea, kemudian sisanya di Indonesia dan semua atlet yang dikirim 14 pegulat itu dalam kurun waktu tiga bulan siap untuk menghadapi SEA Games Kamboja. Saya rasa faktornya adalah kesiapan, persiapan kita tiga bulan," kata Pelatih kepala tim gulat Indonesia Maurice Sihombing setelah mengikuti upacara penyambutan atlet SEA Games di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu malam.

Setelah mencatatkan prestasi cukup baik pada SEA Games 2023, tim gulat Indonesia diharapkan bisa berbicara lebih banyak di ajang yang lebih tinggi, yakni Asian Games. Untuk itu, tim pelatih akan terus memonitor para atlet dan kembali melakukan pemusatan latihan setelah beristirahat selama sepekan.

"Ya sesuai dengan informasi dari Kemenpora, bahwa mereka-mereka yang mendapat medali emas itu otomatis kita persiapkan untuk Asian Games. Kemudian yang kedua, ada level dua, yaitu mereka yang mendapat medali perak tetapi umurnya masih muda, sekitar 20 tahun, 19 itu adalah cikal bakal potensi SEA Games dan Asian Games ke depan, dan perlu persiapan yang sangat matang," ujar Maurice.

Melihat peta kekuatan para pegulat di Asia, Maurice kemudian menyatakan bahwa pihaknya mengincar nomor-nomor kelas ringan. Sebab untuk kelas berat, dominasinya masih dipegang oleh pegulat-pegulat negara pecahan Uni Soviet.

"Kita juga akan mengupayakan TC pertama di Indonesia, kemudian kita akan mencari negara-negara yang tentunya bukan negara Asia dan tipikal bodynya itu sama dengan tipikal bodi Indonesia. Karena untuk kelas-kelas besar, biasanya Asian Games itu diambil oleh Iran, negara-negara pecahan Rusia, Kazakhstan, Uzbek, dan Kyrgistan. Tapi kelas-kelas kecil itu relatif diambil negara-negara Asia Tenggara dan Jepang," pungkas Maurice.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.