Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pembangunan Nasional Harus Dimulai dari Desa

📅 Rabu, 17 Mei 2023, 01:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Pembangunan Nasional Harus Dimulai dari Desa Doc: ANTARA/GUSTI TANATI
Ket. INTERMEDIASI PERBANKAN JANGAN ABAIKAN UMKM I Perajin UMKM membuat noken (tas khas Papua) di Jayapura, Papua, belum lama ini. BI dan OJK harus memastikan sektor UMKM seperti perajin Noken ini mendapat perhatian dari perbankan. Hingga akhir 2022, Papua tercatat sebagai provinsi dengan jumlah UMKM paling sedikit se-Indonesia, hanya 3.932 unit.

» Tulang punggung kekuatan ekonomi RI, desa dan UMKM. Kalau desa mati, kota pun mati.

» KPK tidak mampu memberantas korupsi kalau pemerintah pusat, Kejaksaan Agung, tidak membantu memberantas kronisme.

JAKARTA - Otoritas sektor keuangan seperti Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) harus memastikan sektor jasa keuangan seperti perbankan nasional menjalankan fungsi intermediasi dengan benar. Sebab dalam perekonomian, perbankan merupakan jantung yang memompa likuiditas ke sektor riil atau dunia usaha sehingga mesin-mesin pertumbuhan ekonomi berjalan dengan optimal.

Kesalahan-kesalahan lama di masa lalu yang menganakemaskan perbankan seharusnya oleh BI dan OJK jangan diulang lagi dengan membiarkan para pemilik bank mengarahkan pembiayaan ke sektor yang cenderung spekulatif dan membuat perekonomian bubble (menggelembung), seperti properti termasuk membiayai mal serta kredit konsumtif seperti pembiayaan barang impor.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Mercu Buana, Yogyakarta, Awan Santosa, yang diminta pendapatnya dari Jakarta, Selasa (16/5), mengatakan tugas OJK dan BI bukan hanya sekadar mengawasi perbankan, tapi juga harus memastikan setiap kebijakan yang dihasilkan berdampak positif terhadap perekonomian nasional.

"Jangan malah berkoar-koar peduli pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), tetapi kebijakannya malah membahayakan bank di kemudian hari karena mengabaikan UMKM," katanya.

Otoritas seharusnya paham kalau kekuatan ekonomi Indonesia itu ada di perdesaan, khususnya UMKM. Dengan demikian, desain kebijakan terhadap perbankan harus mengarahkan mereka menyalurkan pembiayaan di perdesaan.

Desa yang dimaksud pun bukan hanya yang ada di Pulau Jawa, tetapi dari Sabang sampai Merauke. Kalau bisa dimulai dari daerah terpencil, terus merambat ke kota, bukan hanya di Jakarta dan Surabaya.

Lebih lanjut, dia mengatakan intermediasi perbankan itu seharusnya lebih menyasar para pelaku UMKM di desa terpencil, bukan malah kredit untuk membangun mal dan proyek real estat yang bubble serta untuk membiayai modal kerja impor.

"Pembiayaan itu harus ke perdesaan yang menghasilkan produk dalam negeri seperti pangan dan kebutuhan rakyat lainnya yang dibangun dari desa. Karena desa dengan UMKM-nya itu tulang punggung kekuatan ekonomi RI. Jadi kalau desa dan UMKM mati, kota pun ikut mati," katanya.

Dengan mengetahui arah pembiayaan yang benar maka tinggal eksekusinya yang harus berjalan. Pihak yang bisa melakukan itu hanya pemerintah pusat bersama pemda, BI, dan OJK, dengan melibatkan DPRD karena selama ini DPR sepertinya tidak peduli. Hal-hal seperti itulah yang sebenarnya jadi sumpah jabatan para pejabat BI dan OJK yang mereka tidak dijalankan, karena kerap dikelabui pengusaha.

Pengamat ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Ahmad Maruf, mengatakan tidak ada industri di Tanah Air yang lebih menguntungkan dari industri perbankan. Jika dilihat dari komposisi kepemilikan saham perbankan swasta nasional, bank di Tanah Air sesungguhnya hanya menjadi sapi perahan konglomerasi.

Setiap tahun dividen dibagikan besar-besaran, padahal di saat yang sama ada banyak sektor ekonomi fundamental di Tanah Air yang masih jauh dari dukungan perbankan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

31 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

31 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

31 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
Luar Negeri
Presiden Marcos Jr Desak Pa...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.